Berita Palembang

Warga Palembang Berbondong-bondong ke Pasar, Jelang Lebaran dan PSBB, Beli Stok Kebutuhan Pokok

Penerapan PSBB yang sebentar lagi akan dilaksanakan membuat warga berbondong-bondong menyerbu pedagang bahan pokok, daging dan sayur-sayuran

SRIPOKU.COM/MAYA Citra Rosa
Aktivitas jual beli jelang lebaran dan PSBB di salah satu pasar tradisional Palembang, Selasa (19/5/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang penerapan PSBB dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H menjadi alasan warga Kota Palembang memilih tetap berbelanja langsung di pasar atau toko dan supermarket.

Penerapan PSBB yang sebentar lagi akan dilaksanakan membuat warga berbondong-bondong menyerbu pedagang bahan pokok, daging dan sayur-sayuran.

Sedangkan tradisi hari Raya Idul Fitri umat muslim untuk membeli pakaian yang serba baru juga tidak dapat dihentikan oleh baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Melihat hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Iwan Gunawan menyebutkan bahwa satu sisi masyarakat ingin mempersiapkan penerapan PSBB, yang ditakutkan akan sulit bepergian keluar rumah.

Sisi lainnya, lebaran merupakan tradisi yang bagi umat muslim, minimal ada makanan yang berbeda dari hari-hari biasanya di rumah.

Dengan kembali ramainya pasar, hukum ekonomi berlaku, yaitu semakin tinggi permintaan semakin tinggi harga.

"Tradisi lebaran umat muslim, di rumah itu minimal ada ayam, mereka mau stok untuk lebaran, ini yang menyebabkan pasti harga ayam terus naik," ujarnya.

Menurutnya, menjelang lebaran tahun ini, meskipun mengalami kenaikan jumlah pembeli, namun harga rata-rata sembako dan bahan pokok lainnya relatif normal.

Hanya beberapa komoditas saja yang memang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari-hari besar, seperti daging ayam, sapi, telur dan sebagainya.

Selain itu, sampai hari ini, Selasa (19/05/2020) belum ada laporan mengenai daging oplosan yang terjadi di pasar tradisional.

Hanya saja, pihaknya pernah mendapatkan kabar bahwa salah satu pasar di Sumsel yang menjual telur infertil, yang dijual pedagang bersama telur biasa.

Iwan mengimbau agar pedagang tidak menjual daging oplosan atau telur infertil yang dilarang didagangkan.

"Jangan sampai ada daging oplosan atau telur infertil yang dijual, karena dapat merusak tidak hanya satu pedagang, tapi semua pedagang itu nanti," ujarnya.

Berikut ini harga rata-rata Senin, (19/05/2020) dari 5 pantauan pasar, yaitu pasar KM.5, Pasar Cinde, Pasar Lemabang, Pasar Soak Bato (26ilir), dan Pasar Padang Selasa:

1. Beras medium dari Rp. 8.350,-/kg - Rp. 9.000,-/kg.
2. Beras premium dari Rp. 11.000,-/kg - Rp. 11.500,-/kg.
3. Gula pasir curah : Rp.17.000,-/kg - Rp. 18.000,-/kg
4. Gula pasir merk PSM : Rp. 17.000,-/kg
5. Minyak goreng curah dari Rp. 11.500,-/liter - Rp. 12.500,-/liter
6. Minyak goreng kemasan : Rp. 12.000,-/liter - Rp. 12.500,-/liter
7. Daging sapi paha belakang dari Rp. 120.000,-/kg - Rp. 130.000,-/kg.
8. Daging ayam broiler : dari Rp. 30.000,-/kg -  Rp. 35.000,-/kg
9. Telur ayam negeri : dari Rp. 18.000,-/kg - Rp. 19.000,-/kg
10. Cabe merah besar dari Rp. 13.000,-/kg - Rp. 35.000,-/kg.
11. Cabe merah keriting dari Rp. 12.000,-/kg - Rp.30.000,-/kg
12. Cabe rawit merah (cabe burung) : Rp.25.000,-/kg - Rp. 40.000,-/kg.
13. Cabe rawit hijau : Rp 25.000,-/kg - Rp.40.000,-/kg.
14. Bawang merah : dari Rp. 60.000,-/kg - Rp. 65.000,-/kg.
15. Bawang putih (honan) dari Rp. 25.000,-/kg - Rp. 40.000,-/kg
16. Kedelai impor dari Rp. 8.000,-/kg - Rp. 10.000,-/kg.
17. Ikan gabus : dari Rp. 65.000,-/kg s.d Rp. 70.000,-/kg.
18. Bawang bombay dari 100.000,-/kg - Rp.120.000,-/kg

Penulis: maya citra rosa
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved