Berita Banyuasin

Petani Rantau Bayur Banyuasin Dambakan Irigasi dan Tanggul, Program Serasi Belum Merata

Petani Desa Rantau Bayur mengharapkan program serasi bisa merata dan dirasakan oleh warga petani.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/MAT Bodok
Lahan sawah warga Desa Rantau Bayur Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumsel yang butuh irigasi, penyaluran air untuk ke sawah 

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Sistem pertanian di sawah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin sangat minim mengunakan alat teknologi modern.

Padahal Kabupaten Banyuasin sudah memiliki irigasi dan tanggul.

Menurut informasi, dari sekian banyak program yang digulirkan oleh Kementrian Pertanian, Kecamatan Rantau Bayur seringkali dilupakan.

Diantaranya Program Serasi yang didalamnya ada Program Optimasi Lahan Rawa (OPLA).

Seperti diketahui tahun 2019 lalu, dari 21 desa di Kecamatan Rantau Bayur hanya satu desa yang mendapatkan Program Serasi yakni, Desa Sungai Pinang.

Sebab itu, warga Desa Rantau Bayur mengharapkan program serasi bisa merata dan dirasakan oleh warga petani.

Jadi, wajar jika hasil produksi panen yang diperoleh dari sawah tadah hujan tersebut, kadangkala tidak sesuai target sehingga keinginan pemerintah untuk mensejahterakan petani pasimis dicapai.

"Kami berharap lahan rawah pertanian di Kecamatan Rantau Bayur bisa masuk dalam Program Serasi seperti pertanian di kecamatan lainnya sebagai upaya meningkatkan hasil produksi panen," kata Efriadi Efendi selaku pemerhati petani Kecamatan Rantau Bayur kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Putra Asli Tebing Abang ini mengamati banyak lahan rawah yang justru potensial dapat dikelola jadi lahan pertanian, tapi tidak bisa dimanfaatkan lantaran keterbatasan kemampuan petani untuk mengelola lahan tersebut.

"Mestinya Kecamatan Rantau Bayur jadi pilot projek Program Serasi. Sayangnya pada tahun 2019 lalu tidak diprioritaskan padahal program ini telah lama dinantikan petani," tutur Efriadi.

Tantangan demi tantangan yang kerap menghampiri nasib petani di Kecamatan Rantau Bayur, ia mencontohkan pada musim hujan sekarang ini berdampak benih padi yang disemai terendam banjir berujung gagal tanam.

"Seharusnya masalah ini tidak sampai merugikan petani, apabila lahan mereka dibuatkan saluran untuk mengatur air keluar masuk jadi teratur, sehingga disaat air sungai meluap tidak berdampak ke lahan petani," jelas Efriadi.

Program Petani Bangkit yang merupakan tagline Askolani-Slamet selaku Bupati dan Wabup Banyuasin dapat dinikmati semua petani tak terkecuali petani di wilayah Rantau Bayur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainuddin SP MSi mengatakan, apa yang menjadi keluhan petani, datanya sudah masuk dalam Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin terdapat 11 desa dengan luas lahan lebih kurang 9000 Hektar, sedangkan 10 desa lainnya akan diusulkan pada 2021 mendatang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved