Ramadan 2020

Agar Tidur Berkualitas Saat Puasa, Ini Tips Jitu Tidur Terlelap dalam Waktu Singkat, Hanya 60 Detik!

Kurang tidur juga bisa menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi Sedang Tidur 

Berbagai studi menunjukkan bahwa kebiasaan tidur larut malam, apalagi hingga dini hari, bisa menyebabkan insomnia.

Selain jadi lebih susah untuk tertidur, Anda juga menjadi lebih sulit tetap dalam kondisi tidur.

Sangat tidak menyenangkan bukan, ketika Anda terbangun pada malam hari dan mengalami kesulitan untuk kembali tidur?

3. Lebih produktif pada pagi hari

Anda boleh saja mengaku sudah biasa begadang, namun tak seorang pun diprogram secara biologis untuk berjaga hingga larut malam, demikian menurut Pelayo.

Dengan tidur lebih cepat, Anda pun akan bangun dengan keadaan bugar dan dengan energi yang lebih tinggi.

Kondisi ini tentu membuat Anda mampu melakukan apapun aktivitas Anda dengan lebih produktif.

4. Otak lebih tajam

Saat kurang tidur, tanpa disadari orang akan kesulitan untuk mengingat kembali suatu hal tertentu apalagi detailnya.

Tidur memainkan peranan penting untuk fungsi kognitif yakni belajar dan mengingat.

Tanpa tidur cukup, otak sulit untuk fokus dan mengambil informasi baru.

Otak pun tidak punya cukup waktu untuk menyimpan memori padahal ini akan 'diputar' kembali sewaktu-waktu saat diperlukan. 

5. Kontrol nafsu makan

Saat malam, kebutuhan kalori berkurang drastis. Namun jika porsi tidur kurang maka otak akan mengirim sinyal lapar sehingga tak aneh jika ada aktivitas makan tengah malam.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved