MotoGP
Jorge Lorenzo dan Legenda MotoGP Panas Karena Perang Komentar , Ini Pemantik Apinya!
Padahal Ducati mengeluarkan dana besar untuk merekrut Lorenzo yang baru saja meraih gelar juaranya yang ketiga di MotoGP
SRIPOKU.COM - Jorge Lorenzo terlibat perselisihan dengan legenda MotoGP, Giacomo Agostini, karena kritik soal hasil minornya bersama Ducati dan Honda.
Jorge Lorenzo dan Giacomo Agostini menjadi pembicaraan karena perang komentar antara kedua mantan pembalap MotoGP tersebut.
Giacomo Agostini memantik api perselisihan ketika mengomentari hasil tak memuaskan yang diraih Jorge Lorenzo semenjak meninggalkan Yamaha.
• Luis Milla Beberkan Deretan Kelebihan Pemain Indonesia, Salah Duanya Cepat dan Main Sepenuh Hati
• Maaf Jorge Lorenzo, Tidak Ada Lagi Kesempatan Balapan Bagimu di MotoGP 2020
• Jorge Lorenzo Merasa Tak Ada yang Berubah dengan Motor Yamaha Usai Tes Shakedown
Seperti diketahui, Lorenzo mencatat hasil angin-anginan semenjak keluar dari Yamaha.
Pindah ke Ducati pada 2017, Lorenzo memerlukan satu setengah tahun—dan tangki bensin yang baru—untuk bisa tampil kompetitif.
Padahal Ducati mengeluarkan dana besar untuk merekrut Lorenzo yang baru saja meraih gelar juaranya yang ketiga di MotoGP pada 2015.
Ironisnya, kemenangan pertama Lorenzo bersama Ducati terjadi setelah dirinya kehilangan kepercayaan dari petinggi pabrikan Borgo Panigale.
Merasa tidak dihargai, pembalap berjuluk Por Fuera tersebut mengadu nasib ke tim juara bertahan MotoGP, Repsol Honda, pada 2019.
Malang, bekal tiga kemenangan di Ducati tak berarti bagi Lorenzo karena rentetan cedera membuatnya gigit jari selama membela Honda.
Cedera 'bawaan' dari Ducati ditambah cedera tulang belakang menjelang jeda paruh musim membuat Lorenzo kesulitan untuk bersaing.
Sementara rekan setimnya, Marc Marquez, bolak-balik memenangi balapan, Lorenzo lebih sering berkutat di barisan belakang.
Lorenzo pada akhirnya hanya bertahan semusim dengan Honda. Pembalap asal Mallorca itu memutuskan pensiun dari MotoGP pada akhir musim.
Keputusan Lorenzo untuk pensiun mendapat sorotan dari Giacomo Agostini.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Agostini menyebut bahwa kegagalan Lorenzo diakibatkan oleh faktor mental alih-alih motor.
"Dua kali dia [Lorenzo] gagal dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Motor memang penting, tetapi terkadang isi kepala yang menjadi pembeda," kata Agostini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/motogp-san-marino-jorge-lorenzo-berhasil-pastikan-pole-position_20180909_095035.jpg)