Bangkainya Tercium, Youtuber Sampah Ferdian Paleka Ditangkap Polisi, Kemarin Nantang Kini Pucat!

Semuanya berawal dari video "prank". Ferdian dkk sok-sokan ngasih bantuan buat transpuan.

kolase
Ferdian Paleka 

SRIPOKU.COM - Selesai sudah perburuan Ferdian Paleka.

YouTuber yang bikin prank bodoh ngasih bantuan berisi sampah tersebut udah ditangkap polisi, Jumat (8/5).

Terlihat di akun @david__chris di Instagram, Ferdian Paleka tertunduk lesu.

Kumisnya udah dicukur. Rambutnya nggak warna-warni. Dan tentunya, nggak ada lagi senyum congkak dari bibirnya.

"Apresiasi tertinggi kepada pihak Kepolisian????????????????????????????????Tunggu kelanjutannya FP, ini baru permulaan." tulis om David Cahyadi di caption postingan tersebut.

Semuanya berawal dari video "prank". Ferdian dkk sok-sokan ngasih bantuan buat transpuan. Pas dibuka, isinya sampah dan batu.

Bagaimana Pendapatmu Tentang Berita yang Belum Jelas Kebenarannya? Begini Cara Jawab yang Tepat

Nasi Sudah Jadi Bubur, YouTuber Ferdian Paleka Terancam Denda Hampir 1 M, Inikah Otak Pelaku Prank?

Ferdian Paleka resmi ditangkap Polisi
Ferdian Paleka resmi ditangkap Polisi (Instagram)

Video tersebut viral di media sosial, dan Ferdian Paleka jadi buronan. Total, Ferdian Paleka udah 4 hari kabur. Fotonya udah disebar kepolisian Bandung. Salah satu temannya yang ada di video, T, udah diamankan polisi.

Menurut T, video prank bagi bantuan yang ternyata berisi sampah itu cuma iseng.

Keluarga Ferdian pun kurang membantu. Ada dugaan, orangtua Ferdian ikut membantu pelarian anaknya tersebut.

Hal ini terungkap dari pengejaran yang dilakukan aparat Polrestabes Bandung saat mendapat laporan bahwa pelaku berada di daerah Cileungsi, Bogor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri mengatakan, deteksi lokasi pelarian Ferdian sendiri diketahui dari warga yang melihat mobil pelaku di daerah yang dilaporkann.

Jadi gimana nih kelanjutan nasih YouTuber kita satu ini? Atas perbuatannya, Ferdian Paleka bisa dijerat Pasal 45 ayat 3 huruf e, Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan acaman 12 tahun penjara.

Makanya, bikin konten yang bener-bener aja deh, bos.

Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved