Berita Palembang

Pulsa Hingga Daging Ayam Penyumbang Deflasi Palembang,ini Penjelasan Dinas Perdagangan Sumsel

Deflasi tersebut ddidominasi oleh daging ayam ras, biaya pulsa ponsel dan cabai merah.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Penjual ayam potong. 

Laporan Wartawan Sripoku.com Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kota Palembang mengalami deflasi sebesar 0,12 persen.

Deflasi tersebut ddidominasi oleh daging ayam ras, biaya pulsa ponsel dan cabai merah.

Deflasi adalah suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.

Balai Pusaf Statistik (BPS) Sumatera Selatan merilis data inflasi bulan April 2020 di Kota Palembang dan Lubuk Linggau.

Selain tiga komoditas penyumbang deflasi Bulan April 2020 juga dikarenakan telur ayam ras dan beras.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan sesuai berlakunya hukum ekonomi terjadi deflasi dan inflasi yang dapat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat atau konsumen.

Akan Dimakamkan di Ngawi, Begini Suasana Rumah Duka Didi Kempot, Dijaga Polisi, Pelayat Pakai Masker

 

Jubir Presiden Fadjroel Ungkap Percakapan Terakhir Jokowi dengan Didi Kempot Sebelum Meninggal

Salah satu penyebabnya adalah wabah Virus Corona atau Covid-19 yang saat ini masih berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya Kota Palembang.

"Mekanisme pasar itu berlaku hukum ekonomi, kalau permintaan sedikit atau turun maka harga juga akan ikut turun, juga sebaliknya, itu teori ekonomi klasik," ujarnya, Selasa (5/5/2020).

Penurunan atau deflasi yang terjadi karena tidak adanya acara-acara yang sering diadakan oleh masyarakat sebelum masuk bulan Ramadan, seperti resepsi pernikahan dan ruwahan.

"Selain itu juga rumah makan banyak tutup berpengaruh dengan turun drastisnya harga daging ayam ras," ujarnya saat dihubungi melalui whatsapp.

Menurutnya, jika permintaan turun maka tentunya harga akan turun karena pembelian yang sedikit.

"Juga berpengaruh dengan komoditas lainnya seperti harga telur juga ikut turun," ujarnya.

Selain deflasi, Palembang juga mengalami inflasi kumulatif sampai April 2020 sebesar 0,80 persen dan inflasi tahunan April 2020 terhadap April 2018 sebesar 2,54 persen.

Maka dari itu, pada Bulan April 2020, Sumsel mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, sedangkan inflasi kumulatif sampai dengan April 2020 sebesar 0,76 persen, dan Inflasi Tahunan April 2020 terhadap April 2019 sebesar 2,48 persen.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved