Breaking News

Mangkal Depan Museum Sejak 1982, Tukang Becak Ini Dipukuli Satpam Museum, Gegara Kebelet Pipis!

Nasib malang menimpa seorang tukang becak asal Solo yang dikira maling oleh para petugas keamanan setempat, ternyata begini kejadiannya

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
TribunSolo.com/tangkapan layar video
Tangkapan layar dari video seorang tukang becak yang dikira maling tengah dipukuli satuan pengamanan (satpam) di depan pos satpam Museum Keris Solo pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB. 

SRIPOKU.COM - Kejadian tak mengenakkan menimpa seorang tukang becak yang saat itu dikira pencuri oleh petugas keamanan setempat.

Kemudian pria tersebut menjadi korban pemukulan oleh tiga oknum satpam dan kejadian itu menjadi viral di media sosial.

Diketahui jika tukang becak di Kota Solo tersebut bernama Ngadino.

Pengayuh becak bernama Ngadino Cipto Wiyono menjadi viral karena insiden yang dia alami di Museum Keris Solo, Sabtu (18/4/2020) lalu.

Mngetahui hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai untuk mengusut kasus ini.

Menurut penuturan keluarga korban, menantu Ngadino Toni Handriyanto menceritakan kejadian dugaan penganiayaan terjadi seusai mertuanya menurunkan penumpang di selatan Museum Keris pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB.

Dikutip dari Tribun Solo, pada saat itu, Ngadino bermaksud menumpang buang air di sebuah toilet yang terletak di Museum Keris Solo.

"Kemudian melompat pagar, maksudnya cuma mau kencing, setelah mau balik diteriaki maling," tutur Toni kepada TribunSolo.com, Senin (20/4/2020).

Cegah Penyebaran Covid-19,Pemkab & MUI Banyuasin Keluarkan Aturan Aktivitas Ramadhan & Idul Fitri

Tangkapan layar dari video seorang tukang becak yang dikira maling tengah dipukuli satuan pengamanan (satpam) di depan pos satpam Museum Keris Solo pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB.
Tangkapan layar dari video seorang tukang becak yang dikira maling tengah dipukuli satuan pengamanan (satpam) di depan pos satpam Museum Keris Solo pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB. (TribunSolo.com/tangkapan layar video)

Menurut Toni, Ngadino sebenarnya sudah biasa mangkal di daerah Museum Keris.

Bahkan, Ngadino sudah mangkal di sana sejak 1982, dan memang sudah biasa numpang buang air di Museum Keris.

"Harusnya satpam sudah hafal, tapi ini satpam memang arogan," ujar Toni kepada TribunSolo.com, Senin (20/4/2020).

Setelah naik pagar, Ngadino diteriaki maling dan dikeroyok satpam Museum Keris.

"Tanpa pemberitahuan dipukuli, bapak sudah coba memberi kejelasan, tapi sama sekali tidak didengar tetap disalahkan terus," imbuhnya membeberkan.

Tiga oknum satpam kemudian diduga melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan tongkat kayu mengarah ke wajah Ngadino.

"Memukulnya pakai benda dan tangan kosong, juga tendangan, saya pikir satpam mungkin interogasi dulu ngapain kamu kesini, tapi tidak, malah main hakim sendiri," ujar Toni.

Ngadino, tukang becak yang dipukuli satpam di Galeri Keris Solo.
Ngadino, tukang becak yang dipukuli satpam di Galeri Keris Solo. (via Tribunnewswiki.com)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved