Mangkal Depan Museum Sejak 1982, Tukang Becak Ini Dipukuli Satpam Museum, Gegara Kebelet Pipis!
Nasib malang menimpa seorang tukang becak asal Solo yang dikira maling oleh para petugas keamanan setempat, ternyata begini kejadiannya
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Kejadian tak mengenakkan menimpa seorang tukang becak yang saat itu dikira pencuri oleh petugas keamanan setempat.
Kemudian pria tersebut menjadi korban pemukulan oleh tiga oknum satpam dan kejadian itu menjadi viral di media sosial.
Diketahui jika tukang becak di Kota Solo tersebut bernama Ngadino.
Pengayuh becak bernama Ngadino Cipto Wiyono menjadi viral karena insiden yang dia alami di Museum Keris Solo, Sabtu (18/4/2020) lalu.
Mngetahui hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Kapolresta Solo, Kombes Andy Rifai untuk mengusut kasus ini.
Menurut penuturan keluarga korban, menantu Ngadino Toni Handriyanto menceritakan kejadian dugaan penganiayaan terjadi seusai mertuanya menurunkan penumpang di selatan Museum Keris pada Jumat (17/4/2020) pukul 15.30 WIB.
Dikutip dari Tribun Solo, pada saat itu, Ngadino bermaksud menumpang buang air di sebuah toilet yang terletak di Museum Keris Solo.
"Kemudian melompat pagar, maksudnya cuma mau kencing, setelah mau balik diteriaki maling," tutur Toni kepada TribunSolo.com, Senin (20/4/2020).
• Cegah Penyebaran Covid-19,Pemkab & MUI Banyuasin Keluarkan Aturan Aktivitas Ramadhan & Idul Fitri
Menurut Toni, Ngadino sebenarnya sudah biasa mangkal di daerah Museum Keris.
Bahkan, Ngadino sudah mangkal di sana sejak 1982, dan memang sudah biasa numpang buang air di Museum Keris.
"Harusnya satpam sudah hafal, tapi ini satpam memang arogan," ujar Toni kepada TribunSolo.com, Senin (20/4/2020).
Setelah naik pagar, Ngadino diteriaki maling dan dikeroyok satpam Museum Keris.
"Tanpa pemberitahuan dipukuli, bapak sudah coba memberi kejelasan, tapi sama sekali tidak didengar tetap disalahkan terus," imbuhnya membeberkan.
Tiga oknum satpam kemudian diduga melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan tongkat kayu mengarah ke wajah Ngadino.
"Memukulnya pakai benda dan tangan kosong, juga tendangan, saya pikir satpam mungkin interogasi dulu ngapain kamu kesini, tapi tidak, malah main hakim sendiri," ujar Toni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tukang-becak-hl.jpg)