Breaking News:

Cegah Penyebaran Covid-19,Pemkab & MUI Banyuasin Keluarkan Aturan Aktivitas Ramadhan & Idul Fitri

Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH memimpin rapat pembahasan peraturan tentang aktifitas dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan

Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pemkab Banyuasin
Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH memimpin rapat pembahasan peraturan tentang aktifitas dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di Ruang Rapat Bupati Banyuasin, Senin (20/4/2020). 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH memimpin rapat pembahasan peraturan tentang aktifitas dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di Ruang Rapat Bupati Banyuasin, Senin (20/4/2020).

Rapat sendiri didampingi oleh Wabup H. Slamet memimpin rapat bersama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banyuasin dan Forkopimda.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 06.

Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 01 Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19 dan peraturan serta petunjuk/imbauan lain dan Fatwa MUI yg yang terkait.

“Berdasarkan surat edaran tersebut, sangat penting rasanya bagi kita untuk membuat aturan tentang ativitas bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini, agar mata rantai penyebaran covid tersebut dapat kita putus” jelas Askolani.

Bupati Banyuasin H Askolani Sampaikan Capaian Berbagai Target Pembangunan Daerah di Paripurna LKPJ

 

Sisihkan Uang Belanja Dapur, dr Sri Fitriyanti Askolani Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Lebih lanjut Askolani telah mempertimbangkan serta telah memperhatikan, mengingat di Kabupaten Banyuasin saat ini sudah terpapar virus covid 19 dengan tiga warga positif covid19, dan di tambah letak geografis Banyuasin yang berdekatan dengan Palembang yang sudah zona merah.

“Kabupaten Banyuasin berada di jalur perlintasan pulau Sumatera dan Jawa serta banyaknya warga yang kerja dan sekolah di luar Banyuasin, maka sangat rentan penyebaran covid19”, kata dia.

Atas dasar tersebut, rapat bersama ini memutuskan beberapa hal sesuai dengan keputusan Kementerian Agama RI yakni,

1. Semua rangkaian ibadah ramadhan 1441 H seperti sholat tarawih dan tadarusan, semuanya dilakukan di rumah bersama keluarga inti bukan di Masjid atau Mushollah.

2. Sholat Jumat tidak dilaksanakan dan dapat diganti dengan Sholat Zuhur di rumah masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved