Breaking News:

Sampai Kapan Kita Bertahan Hidup dengan Ekonomi Seperti ini?

Orang yang punya tabungan, tentu beda dengan yang baru dapat gaji saja uangnya hanya numpang lewat: terpotong cicilan, tagihan, ongkos hidup dan pajak

Food IDNTimes
Ilustrasi - Makan bersama keluarga. 

SRIPOKU.COM - Jawaban singkatnya barangkali tidak sama bagi semua orang. Tergantung kondisi awal saat ‘ makan seadanya’ itu dimulai.

Tak jauh beda dengan pertanyaan yang sama soal “Sampai kapan kita bertahan hidup dengan ekonomi seperti ini?”

Orang yang punya tabungan, tentu beda dengan yang baru dapat gaji saja uangnya hanya numpang lewat: terpotong cicilan, tagihan, ongkos hidup dan pajak.

Orang-orang Ini Empat Hari Tidur di Dalam Hutan dan Makan Seadanya

Ramalan Bintang Keuangan Kamis 16 April 2020: Taurus Mempelajari Tindakan Alternatif

Orang dengan ‘tabungan’ imunitas yang baik, tentu beda dengan mereka yang makan saja agar organ tubuhnya masih bisa bekerja.

Atau anak cacingan kronis, yang makanan sehatnya hanya untuk menghidupi koloni cacing di ususnya, ketimbang membuat si anak tumbuh besar.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Di tengah pandemi virus corona, diam-diam terjadi pandemi dadakan orang berbagi sembako. Tentu semua ada yang memulainya, lalu diikuti sebagai kegotongroyongan.

Bukan hal yang buruk, bukan hal yang salah. Sama sekali tidak. Tapi menjadi masalah besar jika tidak dipikirkan kelanjutannya, dampaknya dan pesan terselubung dibalik nilai altruisme yang semestinya membawa kebaikan itu.

Pertama, pesan “di rumah saja” menjadi kabur. Sebab, pembagian sembako di jalan-jalan raya membuat orang berpikir lebih mudah meraih rezeki lewat daripada diam di rumah menunggu kebijaksanaan pak RT dan pembagian yang adil.

Kedua, donasi sporadis menyisakan pertanyaan: di mana koordinasi? Apa sulitnya bila semua donasi itu dipusatkan ke kementerian sosial, dinas sosial propinsi atau kabupaten, yang punya perangkat daerah, melalui gubernur, bupati, hingga camat dan lurah sampai kepala desa bisa dijadikan ranting kerja yang efisien dan tangguh.

Halaman
1234
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved