MotoGP

Fabio Quartararo Salah Satu Rival Marc Marquez yang Paling Konsisten,Bisa Juara Dunia Berikutnya ?

Sepanjang MotoGP 2019, Fabio Quartararo mencetak enam posisi pole, tujuh kali naik podium, dan menutup musim dengan menempati posisi kelima

DOK. MOTOGP
Dua pembalap tim Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (kiri) dan Fabio Quartararo (kanan) usai melakoni babak kualifikasi MotoGP Spanyol 2019, Sabtu (5/5/2019). 

SRIPOKU.COM - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, diperkirakan akan menjadi juara dunia MotoGP berikutnya setelah MotoGP 2020 dimulai.

Fabio Quartararo membuat dampak yang kuat selama musim pertamanya di kelas utama pada 2019.

Sepanjang MotoGP 2019, Fabio Quartararo mencetak enam posisi pole, tujuh kali naik podium, dan menutup musim dengan menempati posisi kelima dalam klasemen akhir pembalap.

Pembalap Prancis berusia 20 tahun itu muncul sebagai salah satu rival Marc Marquez yang paling konsisten pada akhir 2019.

Meski Sering Mendapat Kata-Kata Pedas, Balotelli Menganggap Zlatan Ibrahimovic Seperti Dewa

Karena Sosok Ini, Paul Pogba Menjadi Penggemar Arsenal

Karena Alasan Ini Suzuki Tak Setuju Jika Dilakukan Tes Tambahan Saat MotoGP 2020

Pembalap KTM, Pol Espargaro merasa bahwa Quartararo bisa menjadi ancaman yang lebih besar sekarang karena ia akan menggunakan motor yang sama dengan tim pabrikan Yamaha.

"Itu mungkin (menjadi juara dunia). Dia pembalap yang sangat kuat, dia muda, dia lapar gelar, dia tidak takut apa pun, dan dia berada di tim yang hebat," kata Espargaro dilansir BolaSport.com dari Motorsport.

"Tetapi, sekarang pekerjaannya akan sulit karena tidak mudah untuk memilih bahan baru untuk mengendarai motor. Dia mungkin akan membuat kesalahan dan sekarang dia harus menjaga mentalitasnya, untuk pengembangan, menangani tekanan, dan mendapatkan hasil."

"Sekarang dia harus berurusan dengan semua itu. Dia juga harus berurusan dengan dua pembalap terbaik di grid, Maverick Vinales dan Rossi, jadi itu tidak akan mudah baginya," ujar Espargaro.

Musim depan, Quartararo akan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha menggantikan Rossi. Langkah ini menurut Espargaro adalah hal tepat untuk masa depan Yamaha.

"Yamaha harus melihat ke masa depan, fokus pada apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Hadiahnya adalah Valentino. Dia masih kuat, dia tenaga pemasaran, dia sangat populer," aku Espargaro.

"Tetapi, Yamaha ingin menang dengan fokus kepada anak-anak muda seperti yang dilakukan semua pabrikan, Ducati dengan (Francesco) Bagnaia, Honda dengan Alex Marquez, Suzuki dengan (Joan) Mir, KTM dengan (Brad) Binder, dan mereka dengan Quartararo," tutur Espargaro.

"Semua orang menginginkan bakat muda untuk masa depan. Jadi, Yamaha melakukannya dengan baik untuk menutup seluruh pasar pembalap dalam tiga hari."

Espargaro juga menganggap bahwa duet pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins dan Joan Mir, akan tampil kuat pada depan musim ini, selain performa bagus dalam tes pramusim 2020 di Qatar pada Maret.

"Menurut pendapat saya kekuatan saat ini adalah Suzuki. Saya belum pernah melihat mereka begitu kompetitif. Mereka kuat dalam semua kondisi saat tes pramusim," ujar Espargaro.

"Saya sangat menyukai tim dan motornya bekerja dengan baik, terutama ketika daya cengkeramannya kurang. Di sore hari, selama tes di Qatar, ketika kelembabannya sangat kuat, Rins selalu mempertahankan ritme yang hebat

Sumber : Bolasport

Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved