Virus Corona di Sumsel
Cerita Penjual Roti dari Jakarta Saat Pulang ke Muratara Dikarantina di Balai Desa
Diketahui S sehari-hari bekerja sebagai penjual roti di Jakarta dan sudah bertahun-tahun mencari rejeki di ibukota.
SRIPOKU.COM, MURATARA - Seorang warga Muratara yang baru pulang dari Jakarta dikarantina di balai desa.
Diketahui S sehari-hari bekerja sebagai penjual roti di Jakarta dan sudah bertahun-tahun mencari rejeki di ibukota.
"Tidak masalah (dikarantina), ini kan untuk keselamatan kita semua. Alhamdulillah saya tidak apa-apa," katanya, Selasa (31/3/2020).
S menjalani karantina hanya beberapa hari saja di balai desa dan dilanjutkan isolasi mandiri di rumah minimal selama 14 hari.
Selama isolasi mandiri, S tetap dipantau oleh petugas kesehatan untuk memastikan bahwa S tak terinfeksi virus corona.
Selama di karantina di balai desa, S mengaku mendapatkan perhatian dari pemerintah desa.
S dan para perantau lainnya yang dikarantina itu tidak ditelantarkan, karena kebutuhan makan dan keperluan sehari-hari terpenuhi.
"Alhamdulillah Pak Kades kami peduli, kami dikarantina cuma beberapa hari, tidak sampai 14 hari, makan dikasih," katanya.
• Dua Pelaku Bobol Rumah di Palembang Ini Kebingungan, tak dapat Jatah dari Penjualan Barang Curian
• Seorang Kakek di Prabumulih Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustrasi Ditinggal Anak Istri
Kepala Desa Bingin Rupit Henki Basyip mengatakan, karantina yang dilakukan pihaknya terhadap para perantau yang baru pulang adalah kesepakatan bersama.
Awalnya cerita Henki, masyarakat Desa Bingin Rupit menolak keras ada warganya pulang kampung karena takut membawa virus corona.
Masyarakat mau menerima warga yang pulang kampung asalkan diasingkan di pondok-pondok dalam kebun warga.
"Saya tidak tega seperti itu, makanya kami mengadakan rapat, akhirnya disepakati bersama dikarantina di balai desa," katanya.
Henki menjelaskan, para perantau yang dikarantina di balai desa tersebut hanya beberapa hari saja.
Mereka yang dinyatakan aman dan tidak ada tanda-tanda Covid-19 selama dipantau petugas kesehatan bisa pulang ke rumah.
• Bukan Lockdown, Presiden Jokowi Pilih Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Hadapi Virus Corona
• Mulai Besok 1 April 2020,Jokowi : Pembayaran Angsuran Kendaraan Diberikan kelonggaran Setahun
"Mereka bukan selama 14 hari di balai desa ini, cuma satu dua hari saja, setelah itu pulang. Kesehatan mereka di rumah juga dipantau terus," ujarnya.
Hingga saat ini kata Henki, sudah belasan orang perantau yang pulang kampung di desanya masih aman dari virus corona.