Virus Corona di Sumsel

Andai Kata Palembang Terapkan Lockdown atau Karantina Wilayah, Pabrik Karet Boleh Jadi Gulung Tikar

Pandemi Virus Corona nyatanya telah memberikan dampak signifikan bagi sektor perkebunan, khususnya komoditi karet yang pabriknya terancam gulung tikar

sripoku.com/awijaya
Salah seorang petani menjual karet ke pengepul di Kecamatan Tebing Tinggi Empat Lawang, Senin (30/3/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Virus corona atau corona virus disease (covid-19) ternyata telah memberikan dampak signifikan bagi sektor perkebunan, khususnya komoditi karet yang pabriknya terancam gulung tikar.

Meskipun kondisi China kini mulai berangsur pulih pasca diserang wabah virus corona atau corona virus disease (covid-19).

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Aprian, menjelaskan kekhawatiran petani karet terhadap kemungkinan adanya penutupan pabrik adalah wajar.

Karena ada beberapa pabrik di Bengkulu, Jambi dan Sumatera Barat kini sudah tutup.

Keselamatan Nomor Satu, Pelatih Muba Babel United Ingatkan Pemainnya Tetap Latihan Walaupun Libur

Meski demikian, sesuai imbauan Pemprov Sumsel, agar pabrik bisa bertahan dengan cara melakukan efisiensi dan pemotongan ongkos produksi agar pabrik dapat tetap berjalan mengingat dampaknya bukan hanya bagi petani karet tapi juga buruh dan tenaga kerja di pabrik.

"Untuk produksi sudah turun sekitar 5 persen, Kalau termasuk petani yang sudah tidak menyadap lagi bisa 15 persen.

China memang lebih baik kondisinya sekarang namun banyak kemungkinan yang bisa terjadi di saat kondisi negara-negara lain masih belum stabil," jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perkebunan masih memantau perkembangan Covid-19 di Indonesia yang telah merebak di 27 Provinsi dan sudah ada 6 daerah yang melakukan lockdown atau semi lockdown seperti Solo, Bali,Tegal, Tasikmalaya, Papua dan Maluku.

Masuk Zona Kuning, 20 Warga Prabumulih Ikut Rapid Test, Mereka Pernah Kontak dengan Positif Corona

"Yang kita khawatirkan kemungkinan terburuk jika Kota Palembang melakukan lockdown, maka mayoritas pabrik karet yang ada di Palembang akan tutup, nah ini yang kita khawatirkan.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved