Terpengaruh Hoax

Terpengaruh Hoax, 300 Nyawa di Iran Melayang , 1.000 Lainnya Kritis

Gara-gara tidak teliti dan cermat menyikapi berita mana yang hoax dan mana yang tidak, 300 nyawa warga Iran melayang.

istimewa
berita hoax/ilustras[ 

Terpengaruh Hoax, 300 Nyawa di Iran Melayang , 1.000 Lainnya Kritis

 SRIPOKU.COM—Gara-gara tidak teliti dan cermat menyikapi berita mana yang hoax dan mana yang tidak, 300 nyawa warga Iran melayang dan 1000 dalam kondisi kritis.  

Disadur  dari Intisari-online.com mengungkapkan bahwa simpang siurnya berita terkadang bisa menjadi malapetaka besar, seperti insiden yang terjadi di Iran baru-baru ini.

Mengutip Daily Mail pada Jumat (27/3/2020) dilaporkan 300 orang meninggal, dan 1.000 lainnya dalam kondisi kritis setelah termakan oleh informasi palsu.

Kondisi itu sangat memprihatinkan ditambah lagi, Iran menjadi negara Timur Tengah paling babak belur akibat pandemi yang menyerang seluruh dunia itu.

Digambarkan, seorang perawat berdiri di atas mayat seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang diintubasi tanpa mengenakan apapun kecuali popok.

Pekerja medis yang mengenakan APD lengkap dengan masker itu hanya memohon pada masyarakat untuk berhenti minum alkohol obat karena khawatir dampaknya akan semakin meluas.

Bocah itu meninggal setelah diberi metanol oleh orang tuanya, dengan keyakinan bahwa cairan itu bisa melindungi dari virus corona.

Namun, itu hanya satu dari ratusan korban lainnya disamping wabah virus corona, korban termakan hoax juga terus bertambah.

Hingga saat ini, Iran melaporkan hampir 300 orang meninggal dunia dan 1.000 lainnya dalam kondisi kritis setelah meneguk metanol.

Halaman
123
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved