Berita Sriwijaya FC

Terkena Hamstring, Gelandang Serang Sriwijaya FC Agi Pratama Sempat tak Mau Digantikan

Agi Pratama mengaku banyak mengambil hikmah dan menjadikan pembelajarannya setiap kali dirinya berpindah klub yang diperkuatnya.

MEDIA OFFICER
Gelandang serang Sriwijaya FC, Agi Pratama 
Terkena Hamstring, Gelandang Serang Sriwijaya FC  Agi Pratama Sempat tak Mau Digantikan
 
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gelandang serang Sriwijaya FC Agi Pratama mengaku sempat posisinya tak mau digantikan meski cedera hamstring di babak kedua saat menundukkan PSIM Yogyakarta di laga perdana kompetisi Liga 2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (15/3/2020) lalu.
"Starter secara tim Alhamdulillah hasilnya bagus. Walaupun dramatis menit terakhir. Belum bisa puaslah.
Tim pelatih lihat kurang dimana. Laga awal agak canggung. Untuk pribadi belum puas," ungkap Agi Pratama yang tengah mengisi liburnya bersama keluarga di Rawasari, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kamis (26/3/2020).

"Pas tanding PSIM babak kedua hamstring. Lama-lama mulai ketarik. Fisio sudah bilang ganti ya? Tapi saya mau terus main.
Minta kalau bisa kasih counterpain untuk panas-panasi. Tapi pas mau berdiri udah gak bisa bangun.
Kasihan juga kita maksimalkan dengan anak-anak yang lain. Intinya saya gak mau diganti keluar.
Saking semangat untuk berkontribusi yang besar untuk tim," ujar Agi Pratama.
Pemilik nomor punggung 99 mengatakan memang pelatih memintanya posisi di gelandang membantu di bawahnya striker. 
 
"Kalau kita misal bertahan, saya sudah di depan kasih ruang buat Rudiyana umpan.
Cuma belum menemukan momennya yang pas," ujar anak kedua dari 3 bersaudara buah pernikahan Yadi Rifani dan Isnani. 
 
Agi Pratama yang mengidolakan Lionel Messi terkadang masih belum memahami tipe-tipe pemain sehingga ada terjadi miskomunikasi.
 
"Saya harus tahu Rudiyana pasti ke sana. Untuk ambil keputusan masih miskomunikasi biar gak terlalu lama mikir.
Harus tahu kebiasaan tim. Kayak Rahel, suka biasa dribling. Harus tahu karakter teman. 
Tinggal memahami tipe-tipe pemain," kata pesepakbola yang doyan makan capcay dan oper ayam.

Selama libur, Agi menerapkan program latihan seperti yang selama ini diterapkan tim pelatih di Palembang.
"Latihan saya di Banjarmasin selama libur tetap mengikuti jadwal latihan seperti diterapkan coach di sana.
Misalnya latihannya biasa pagi, saya pun di sini latihan pagi. Minggu off, saya pun off.
Ikut program latihan di sana jaga kondisi. Siapa tahu liga mulai lagi, biar gak kaget lagi.
Pelatih juga kasih libur, dikasih pulang untuk latihan di daerah masing-masing. Itu arahannya," kata bapak satu anak bernama Arshaka (6 bulan) buah pernikahannya dengan Ressa Relita yang dipersuntingnya 23 Desember 2018. 

Pemain ganteng memiliki tinggi 180 cm dan berat badan 75 kg serta berlesung pipi mengaku tak egois mengejar target cetak gol karena terpenting kemenangan tim.

"Target cetak gol ada. Yang penting buat tim dulu. Mau siapapun cetak gol. Pengen bagus untuk tim dulu. Soal bisa cetak gol pribadi itu bonus buat kita," ujarnya.
 
Agi mengaku banyak mengambil hikmah dan menjadikan pembelajarannya setiap kali dirinya berpindah klub yang diperkuatnya.

Sebut Bahaya Virus Corona Bukan Kaleng-kaleng, Ini yang Dilakukan Kiper Sriwijaya FC Imam Arief F

Video: Cerita Stoper Sriwijaya FC Erwin Gutawa Balikkan Badan Saat Rahel Eksekusi Penalti


"Banyak pengalaman, banyak pelajaran yang berharga juga di tempat lain. Kita mengoreksi kesalahan kita. Belajar dari situ," kata pria kelahiran Banjarmasin, 17 Maret 1996.

Perjalanan karier Agi Pratama di sepakbola profesional 2015–2017 Barito Putera, 2017→ PSPS Riau, 2017→ PSS Sleman, 2018 PSM Makassar, 2019–Babel United, 2019–Martapura. Ia sebetulnya memulai karier di Persekaban Kabupaten Banjar.

Agi memang sudah akrab dengan sepakbola. Dia memulai pertarungannya dengan si kulit bundar pada usia 12 tahun saat masuk ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Inti, di Banjarmasin.

Bakatnya tercium oleh Persekaban Kabupaten Banjar pada 2011. Dua tahun berselang, dia bergabung dengan Peseban Banjarmasin.

Di sana, bakat Agi semakin berkembang hingga terpilih memperkuat tim Popda, Popwil, hingga Porprov Banjarmasin. Bakat muda Agi semakin terlihat kala ditangani oleh Pelatih Salahudin.

Bahkan, kala itu Salahudin menganggap Agi memiliki postur tubuh yang ideal, punya kecepatan, dan skill yang cukup mumpuni.

Potensinya itu akhirnya dilirik oleh Timnas Indonesia U-22. Namun, beberapa kali ikut seleksi, Agi harus pulang karena tak masuk kriteria.

Tak mau patah arang, kegagalan justru membuat Agi semakin matang. Dia malah mempunyai porsi lebih untuk membela tim kelahirannya, Barito Putera. 
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved