Virus Corona

Kena Efek Virus Corona, Pengusaha Hotel di Sumsel Rumahkan Karyawan, Okupansi Turun Hingga 75 Persen

Hal ini karena kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah membuat banyak masyarakat membatalkan kegiatan pergi akibat virus corona

Kena Efek Virus Corona, Pengusaha Hotel di Sumsel Rumahkan Karyawan, Okupansi Turun Hingga 75 Persen 
Efek Virus Corona, Pengusaha Hotel di Sumsel Rumahkan Karyawan, Okupansi Turun Hingga 75 Persen
 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dampak dari wabah virus corona atau corona virus disease (covid-19) mulai dirasakan oleh pengelola industri pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Wabah virus corona atau corona virus disease (covid-19) yang menyebar sejak awal tahun ini memukul industri pariwisata karena banyak negara yang memberlakukan larangan perjalanan.
Wabah virus corona atau corona virus disease (covid-19) berimbas pada kunjungan wisatawan juga turun yang berdampak pada sepinya tingkat hunian hotel atau okupansi.
Okupansi hotel turun drastis hingga tersisa 25 persen saja atau turun hingga 75 persen akibat wabah virus corona atau corona virus disease (covid-19).
Padahal jika kondisi normal paling rendah okupansi 60 persen.
Sejumlah hotel terpaksa merumahkan karyawannya hingga kondisi kembali normal.
Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin, mengatakan pariwisata Sumsel ikut terdampak  efek virus corona meski Sumsel bukan daerah yang hidup mengandalkan pariwisata.
 
Hal ini karena kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah membuat banyak masyarakat membatalkan kegiatan pergi.
 
Dinas dan instansi pemerintah hingga perusahaan yang semula telah menjadwalkan rapat dan perjalanan dinas juga membatalkan semua agendanya.
 
Kegiatan mengundang keramaian juga distop misalnya wedding, seminar, arisan, ulang tahun, syukuran, wisuda dan event lainnya juga distop sehingga nyaris tidak ada kegiatan lagi.
Herlan mengatakan wabah virus corona memperpanjang deretan sepi okupansi karena awal tahun memang musim sepi kunjungan karena angaran pemerintah belum turun.
Saat anggaran turun bertepatan dengan ramadhan sehingga kunjungan hotel juga sepi tapi efek virus corona ini tidak bisa diprediksi sampai kapan.
 
"Sementara sejumlah hotel terpaksa merumahkan dulu karyawannya dan menunggu hingga kondisi kondusif baru akan kembali dipanggil bekerja," ujarnya, Kamis (26/3/2020).
 
Herlan berharap wanita virus corona segera berlalu karena jika tidak akan semakin banyak usaha jasa ini terpukul.
 
Dia mengatakan biasanya berdasarkan data dari tahun ke tahun setelah lebaran okupansi baru akan kembali naik karena momen low seasonnya panjang.
Tapi sejak Corona dia tidak bisa memastikan apakah okupansi akan naik pasca lebaran atau kondisinya masih akan sama seperti saat ini.
 
"Pasca lebaran atau Juni hingga September okupansi hotel akan kembali naik karena banyak kegiatan pemerintahan sebab Palembang menjadi salah satu kota wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
 
Sehingga pejabat yang datang melakukan perjalanan bisnis dan perjalanan dinas akan langsung sekaligus menikmati wisata di Palembang," ujarnya.
 
Untuk mendukung agar okupansi terjaga sepanjang tahun, PHRI mengeluarkan kartu Super Sumsel yang menggandeng 300 merchant baik hotel, restoran, tempat hiburan, dan lainnya yang menawarkan sejumlah diskon sehingga bisa berwisata dengan hemat.
 
Sepinya aktivitas hotel juga dirasakan oleh Arista Hotel, Mario Adriansyah, Resident Manager The Arista Hotel mengatakan okupansi sepi dan nyaris tidak ada order sehingga terpaksa merumahkan sementara waktu pekerja event atau pekerja yang biasa ditugaskan saat banyak kegiatan.
 
Sepinya kunjungan juga membuat Arista berencana akan mengajukan keringanan pembayaran air bersih listrik, gas alam hingga pajak. 
"Semua event tidak ada alahi kalaupun ada semuanya sudah dibatalkan sehingga kosong event saat ini," ujar Mario.
 
Menurutnya menjelang Ramadan biasanya okupansi akan naik.
 
Penjualan paket berbuka juga laris manis hingga sket halal BI halal juga banyak diminati oleh perusahaan hingga dinas pemerintahan.
 
"Semoga Corona segera berlalu dan semuanya kembali kondusif," harapnya. (Hartati)
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved