Berita PALI

Pemerintah Kabupaten PALI Perpanjang Masa Belajar di Rumah Bagi Pelajar Tingkat PAUD sampai SMP

Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumsel memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa siswi.

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo 

SRIPOKU.COM, PALI -- Pemerintah Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Provinsi Sumsel memperpanjang masa proses belajar di rumah bagi siswa siswi tingkat PAUD, TK, STBM, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Edaran Bupati PALI, H. Heri Amalindo dengan nomor 420/216/Disdik/2020 tentang Waktu Kegiatan Pembelajaran di Rumah terkait corona virus Disease 2019 (Covid - 19).

"Iya benar. Diperpanjang dari tanggal 31 maret hingga 11 April 2020. Suratnya sudah kita edarkan," ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) PALI, Kamriadi saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020).

Perpanjangan masa belajar di rumah merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no 4 tahun 2020 tanggal 24 maret tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Virus Covid-19.

Pencuri Motor Ini Kebingungan Ketika Ditanya Pembeli Soal Surat-Surat Motor, Pilih Kabur Kena Dor

Wabah Virus Corona Mengancam Usaha Kecil Penjual Es dan Siomay di Kabupaten OKI Provinsi Sumsel

DLH Kabupaten Empatlawang Bentuk Kampung Percontohan Pengolahan Sampah Disebut Kampung Madani

Dalam surat edaran ditandatangani Bupati PALI, Heri Amalindo ini salah satu poin penting bahwa agar siswa tetap menjaga kesehatan dan tetap dirumah guna mencegah penyebaran virus corona.

"Saya harap siswa tidak keluar rumah dan banyak belajar, kepada orang tua agar mengawasi anaknya di rumah serta memberitahukan kepada anaknya agar menghindari dari kerumunan," kata Kamriadi.

Selain itu, diharapkan juga agar siswa menjaga kesehatan dengan baik serta menjaga pola hidup sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah kegiatan.

"Bagi masyarakat agar mematuhi aturan pemerintah dan disini memohon kesadarannya agar tetap di rumah, apabila menemukan orang terkena batuk, pilek dan demam panas, agar memeriksakan ke dokter, serta mengisolasi selama 14 hari dirumah sendiri," jelasnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved