Breaking News

Virus Corona

Presiden Jokowi Belum Berpikir Lakukan Lockdown Terkait Virus Corona, Menkeu Anggaran Rp 1 Triliun

WHO memperingatkan kepada seluruh dunia agar fokus dan serius dalam menangani penyebaran virus corona ini.

Editor: Sudarwan
https://edition.cnn.com/
Ilustrasi - Virus corona. 

Presiden Jokowi Belum Berpikir Lakukan Lockdown Terkait Virus Corona, Menkeu Anggaran Rp 1 Triliun

SRIPOKU.COM - Virus corona kini telah menyebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Untuk membatasi penyebaran virus corona, beberapa negara di antaranya Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia telah mengambil tindakan tegas berupa lockdown.

Badan kesehatan dunia atau WHO telah menetapkan virus corona (Covid-19) sebagai pandemi.

WHO memperingatkan kepada seluruh dunia agar fokus dan serius dalam menangani penyebaran virus corona ini.

Terkait dengan tindakan lockdown, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah belum akan mengambil tindakan lockdown terhadap wilayah yang terkena virus corona.

Presiden Jokowi saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2020), menyatakan dirinya belum mempunyai pemikiran untuk melakukan lockdown.

Ia mengahargai kerjasama yang dilakukan seluruh jajaran kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah.

"Belum berpikir ke arah sana, tapi saya sangat menghargai kerjasama seluruh kementerian dan lembaga termasuk juga pemerintah daerah," kata Jokowi menjawab pertanyaan awak media seperti disiarkan Kompas TV.

Ia juga mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah daerah yang mampu mengedukasi masyarakat dan memberikan penjelasan terkait Covid-19 dengan baik.

"Saya ingin juga memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat, memberikan penjelasan yang baik, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, saya kira hal-hal seperti itu yang bisa menenangkan masyarakat," kata Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi tak ingin masyarakat panik dalam menghadapi virus ini.

Jokowi menegaskan, dalam melakukan penanganan sebaran virus corona, pemerintah terus berupaya keras.

Cegah Terinfeksi Virus Corona - Inilah 8 Tips Agar Tetap Produktif Kerja di Rumah

Hikmah dari Wabah Virus Corona

"Langkah-langkah serius telah kita ambil tetapi juga, sekali lagi saya sampaikan, di saat bersamaan saya tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, pemerintah telah dan akan terus melakukan contact tracing atau pelacakan dengan pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Pihaknya telah dikoordinasi BNPB, didampingi Kemenkes, TNI, Polri untuk melakukan pelacakan.

"Kita telah secara khusus mengadakan rapat paripurna mengenai corona sekali dan rapat terbatas sudah 5 kali," kata Jokowi.

"Rapat internal sehari bisa dua sampai tiga kali membahas khusus mengenai virus corona ini," sambungnya.

 

Sebelumnya, juru bicara Pemerintah Indonesia dalam menangani virus corona, Achmad Yurianto, juga menyatakan pemerintah tidak akan me-lockdown atau mengunci wilayah yang terjangkit virus corona.

Menurutnya, mengambil opsi lockdown justru akan meningkatkan adanya peluang penularan virus corona.

"Kami tidak akan memakai opsi lockdown, karena kalau di-lockdown, malah kita tidak akan bisa berbuat apa-apa," ujar Yuri di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020), dikutip dari Kompas.com.

Meskipun sejumlah negara sudah menerapkan kebijakan tersebut, Yuri menyebut, justru kasus di wilayah tersebut berpeluang akan bertambah.

"Konsekuensinya, kasus (Covid-19) di wilayah itu bisa jadi akan naik dengan cepat," jelasnya.

Yuri lalu mencontohkan opsi lockdown pada kapal pesiar Diamond Princess.

Ia berujar, kapal tersebut menjadi satu diantara lokasi awal virus corona di China, setelah adanya upaya mengunci orang-orang di dalam kapal.

"Begitu di-lockdown (karantina di dalam kapal), (jumlah positif Covid-19) naik angkanya."

 

Update Virus Corona

Laporan realtime situs Thewuhanvirus.com, jumlah pasien terinfeksi yang tembus angka 134.797 kasus.

Update terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 4981 orang hingga Jumat (13/3/2020) siang.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 70.387 pasien.

Data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke 128 negara.

Di Indonesia, sebanyak 5 pasien dari 35 kasus yang terkonfirmasi dinyatakan telah sembuh.

Adapun dua diantara total kasus yang terkonfirmasi dinyatakan meninggal dunia. 

Terbaru, pasien 01 dan pasien 03 yang terinfeksi virus corona (Covid-19) dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Pasien 01 dari hasil uji laboratorium kedua dinyatakan telah negatif dari virus corona.

"Ya ini ada berita bagus, jadi pasien nomor 01 itu sudah negatif dua kali," kata Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Muhammad Syahril.

"Alhamdulillah fisiknya sangat baik," kata Syahril seperti dikutip dari Kompas.com.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2020).
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2020). (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

Selain pasien 01, pasien 03 juga dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Kedua klinisnya sudah bagus, keadaan umumnya baik dan bisa kita nyatakan sembuh dalam pelayanan ini," terang Syahril.

Syahril juga mengatakan, bahwa keduanya sudah diperbolehkan pulang sore ini.

Ia mengatakan, enam pasien lainnya yakni 02, 04, 10, 11, 23, dan 27 juga uji klinisnya cukup baik.

Bahkan, untuk pasien 10 sedang ditunggu konfirmasi hasil uji laboratorium kedua.

"Yang kemarin satu pasien nomor 10 kita masih menunggu konfirmasi hasil laboratorium yang kedua."

"Belum kita terima jadi belum bisa kita pulangkan hari ini," kata Syahril.

Anggaran Rp 1 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk Kementerian Kesehatan untuk menangani pencegahan dan perawatan wabah virus corona (COVID-19).

"Ini kita perkirakan dekati Rp 1 triliun dan kita sudah sediakan untuk Kemenkes," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kebutuhan pendanaan yang disalurkan ke Kementerian Kesehatan bakal digunakan untuk perlindungan diri, mobilisasi tenaga kerja kesehatan, penanganan pasien di rumah sakit, serta pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 132 rumah sakit rujukan untuk menanggulangi wabah virus corona.

"Pemerintah terus meningkatkan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 dan terus melakukan monitoring terhadap mereka yang disuspect atau telah terkena dari orang-orang di sekitarnya," ujar Bendahara Negara

"Kami dari Kemenkeu akan mendukung kebutuhan anggarannya. Mulai dari pengawasan di pelabuhan, perawatan terhadap 34 pasien COVID-19 di rumah sakit yang ditunjuk termasuk RSPI Sulianti Suroso dan RS Persahabatan, dan kebutuhan anggaran untuk tracing terhadap orang-orang yang kontak langsung," jelas Sri Mulyani.

Secara keseluruhan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pada paket stimulus tahap II untuk mengurangi dampak virus corona ke perekonomian, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 22,9 triliun.

Jika ditambahkan dengan alokasi anggaran paket stimulus tahap I untuk industri pariwisata, perumahan dan bansos sebesar Rp 10,3 triliun maka keseluruhan anggaran pemerintah untuk meredam dampak corona sebesar Rp 33,2 triliun.

"Stimulus Rp 22,9 triliun, ditambah defisit Rp 125 triliun dan paket pertama Rp 10,2 triliun, total paket stimulus mencapai Rp 158,2 triliun," jelas dia.

(Tribunnews.com/Tio/Nanda/Metta Kompas.com/Ihsanuddin/Rakhmat Nur Hakim/Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul  Soal Lockdown, Jokowi: Belum Berpikir ke Arah Sana dengan penulis: Arif Tio Buqi Abdulah dan di Kompas.com dengan judul  "Sri Mulyani Siapkan Rp 1 Triliun ke Kemenkes untuk Tangani Corona" dengan Penulis : Mutia Fauzia

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved