Lima Warga Tertipu Janji Jadi Pegawai di Rumah Sakit, Ada Dua Warga Ogan Ilir

Lima orang yang diduga menjadi korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab melapor ke Polrestabes Palembang.

sripoku.com/andyka wijaya
Korban penipuan bermodus penerimaan kerja saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berniat untuk mencari pekerjaan, lima orang yang diduga menjadi korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk dipekerjakan di salah satu rumah sakit swasta di Palembang melapor ke SPKT Polrestabes Palembang Sabtu (7/3/2020).

Menurut salah satu korban, Rf (24) yang tercatat sebagai warga Jalan H Benyamin Kabupaten Ogan Ilir (OI), ia telah menyerahkan uang Rp 5 juta pada 8 Juli 2018 lalu dan dijanjikan untuk bekerja di rumah sakit tersebut.

“Awalnya saya kenal dengan DM (pelaku) dari keluarga. Kemudian dia menjanjikan bisa memasukan saya bersama empat korban lainnya bekerja di rumah sakit tersebut.

Namun sampai sekarang tidak ada kejelasan, dia sudah janji Maret 2020 ini tapi belum adanya kejelasan dan uang kami tidak dikembalikan," ungkapnya.

Farhan yang Tenggelam di Sungai Musi 10 Ilir Ditemukan Pasca Satu Jam Dicari, Ahmad Masih Dicari

Hal senada diungkapkan MH (24), warga rumah susun (rusun) Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Dirinya mengaku mengalami kerugian Rp 4,5 juta untuk dijanjikan di bisa bekerja rumah sakit tersebut.

"Saya sudah menyerahkan uang Rp 4,5 juta, 9 Juli 2018 lalu, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," ungkapnya kembali.

Hal yang sama juga diungkapkan DH (29), warga Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten OI yang juga dijanjikan bisa kerja di rumah sakit yang sama.

Ia sejak Juni 2018 lalu sudah menyerahkan uang Rp 5 juta, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan.

“Kaget juga saya, ternyata ramai korbannya, bukan hanya saya saja korbannya," bebernya.

Informasi yang dihimpun, setidaknya total ada 64 korban yang dijanjikan bisa bekerja di rumah sakit tersebut dengan berbagai penempatan job, seperti perawat hingga administrasi.

Marcelo Absen, Neymar Kembali, Berikut Skuat Brasil di Kualifikasi Piala Dunia 2022

"Untuk sekarang hanya kami berlima melapor ke polisi, sementara yang lain belum adanya kepastian," katanya

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan korban mengenai tindak pidana penipuan yang korbannya mencapai 64, namun baru melaporkan lima orang dengan satu pelaku yang sama.

"Laporan sudah diterima oleh anggota piket kita selanjutnya laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama empat tahun penjara," tutupnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved