Berita Palembang

Nunggak Kredit Motor Dua bulan, Yuliansyah Diancam Debt Collector dengan Senjata Api

Yuliansyah diancam seorang debt collector menggunakan senjata api, ketika melintas di halaman parkir Puskesmas Sosial.

Nunggak Kredit Motor Dua bulan, Yuliansyah Diancam Debt Collector dengan Senjata Api
ISTIMEWA
Ilustrasi pengancaman dengan senjata api.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Tak terima lantaran sudah diancam mengunakan Senjata api (Senpi), Yuliansyah (27) ditemani Penasehat Hukumnya, M Aminuddin melaporkan salah satu debt collector, AYP ke Polrestabes Palembang, Minggu (23/2), kemarin.

Yuliansyah mengaku dirinya telah diancam seorang debt collector menggunakan senjata api, ketika melintas di halaman parkir Puskesmas Sosial, Jalan Sanusi Lorong Mekar 1 Kecamatan Sukarami pada Jumat (21/02) pukul 11.15.

Ketika ditemui di SPKT Polrestabes Palembang, M Aminuddin menjelaskan, memang kliennya (korban-red) menunggak pembayaran angsuran sepeda motor selama dua bulan.

Ketika melintasi lokasi, pelaku bersama temannya menghampiri korban.

Muzaiyana yang Hanyut di Sungai Landur Desa Sukadana Empatlawang Ditemukan sudah Meninggal Dunia

Hindari Tabrakan Adu Kambing dengan Mobil, Pengendara Motor di OKU Selatan Ini Terpental dan Tewas

AKBP Arif Hidayat Jabat Kapolres OKU Sumsel, AKBP Tito Travolta Hutauruk Ditarik ke Mabes Polri

"Dia datang menjumpai klien kami. Dengan nada tinggi dan mengancam menggeluarkan senjata api, klien kami ketakutan. Meskipun pengancaman dilakukannya, klien kami masih mencoba mempertahankan sepeda motornya,"ungkapnya.

Ketua KAI (Kongres Advokat Indonesia) ini juga menambahkan, senjata api yang dikeluarkan dan diperlihatkan kepada kliennya, nampak jelas dan sengaja di acungkan ke arah kliennya.

"Dia bilang mau bayar atau mau ini," katanya, sembari menunjukkan senjata api.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Ka SPKT, Ipda Suhari membenarkan adanya laporan korban yang masih dalam penyelidikan.

"Benar, laporan korban sudah kita diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan," tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved