Berita Palembang

Jembatan Ampera Ditutup, Penumpang LRT Sumsel Melonjak, Ini Kata Humas PT KAI Diver III Palembang

Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan Sumsel mengalami lonjakan penumpang hingga 11.610 orang.

Jembatan Ampera Ditutup, Penumpang LRT Sumsel Melonjak, Ini Kata Humas PT KAI Diver III Palembang
SRIPOKU.COM/Instgram
Masyarakat Palembang menggunakan LRT sebagai transportasi saat Jembatan Ampera ditutup, Minggu (24/2/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan Sumsel mengalami lonjakan penumpang hingga 11.610 orang, saat penutupan Jembatan Ampera pada, Minggu (23/2/2020) kemarin.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan penumpang LRT Melonjak karena pada umumnya merupakan peserta Palembang Triathlon 2020 yang naik dari Stasiun Bandara menuju stasiun Jakabaring.

Namun tak sedikit pula masyarakat Palembang menggunakan transportasi umum tersebut, lantaran Jembatan Ampera yang merupakan penghubung kawasan Ulu dan Ilir ditutup selama 4 jam.

"Imbas penutupan Jembatan Ampera pada hari Minggu kemarin ada 11.610 orang menggunakan LRT. Sementara pada hari Sabtu 9.118 penumpang," ujarnya Senin (24/2/2020).

Diakuinya, jumlah penumpang pada saat Jembatan Ampera ditutup mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat. Dimana pada hari-hari biasanya, LRT Sumsel pada umumnya mengangkut hingga 4 ribu orang perhari.

Pecatan Polisi Palembang Ini Jual Senjata Api Rakitan, Saat akan Ditangkap Keluarkan Kartu Anggota

Nunggak Kredit Motor Dua bulan, Yuliansyah Diancam Debt Collector dengan Senjata Api

Muzaiyana yang Hanyut di Sungai Landur Desa Sukadana Empatlawang Ditemukan sudah Meninggal Dunia

" Setiap harinya jumlah penumpang naik LRT mencapai 4 ribu orang. Saat Ampera tutup kemarin lonjakan mencapai tiga kali lipat," tegas Aida.

Menurutnya, kereta ringan saat ini semakin digandrungi masyarakat Palembang sebagai alat transportasi untuk beraktifitas.

Keinginan warga bertransportasi bebas macet dan kenyamanan dari transportasi umum ini membuat sebagian masyarakat lebih memilih naik LRT, ketimbang mengalami macet-macetan di jalan protokol.

Tingginya antusiasme masyarakat dan komitmen LRT untuk menambah pelayanan, membuat pihaknya menambah 6 perjalanan. Dari semulai 52 menjadi 58 perjalanan perhari

"Penumpang itu naik LRT karena bebas hambatan, terutama yang ingin berpergian ke Bandara. Ada juga yang penasaran naik LRT, terutama penumpang asal luar kota," terangnya. (Oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved