Panen Padi Bersama NPK Phonska Plus Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44 Persen

Panen Padi Bersama NPK Phonska Plus Milik Petrokimia Gresik Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44 Persen

Editor: Hendra Kusuma
Humas
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, bersama Bupati Lampung Tengah, Loekmam Djoyosoemarto, dan pejabat daerah setempat lainnya. 

Panen Padi Bersama NPK Phonska Plus Milik Petrokimia Gresik Mampu Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 44 Persen

SRIPOKU.COM-Peningkatan produktivitas panen padi lebih nyata bersama NPK Phonska Plus, dengan pola menggunakan pemupukan berimbang. Hal ini diungkakan oleh pihak Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

Pihak Petrokimia Gresik  menggelar panen padi di lahan demonstration plot (demplot) di Desa Bedeng V, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (19/2), dan hasilnya memenuhi target dan ekspektasi untuk peningkatan produktivitas panen.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyatakan bahwa aplikasi pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 44 persen per hektare (ha), dari 5,9 ton menjadi 8,6 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

“Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tanam perdana pada bulan November 2019 lalu,” ujar Rahmad.

Adapun komposisi pola pemupukan berimbang yang diaplikasikan pada demplot ini adalah pupuk organik Petroganik (2 ton/ha), NPK Phonska Plus (300 kg/ha); Urea (200 kg/ha); ZK (2 kg/ha) dengan cara dilarutkan, Pupuk hayati Petro Biofertil (100 kg/ha); dan Biodekomposer Petro Gladiator (8 kg/ha).

Untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk tersebut, demplot ini juga menggunakan pembenah tanah Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas (6,8 ton/ha) untuk menyesuaikan kondisi tanah yang tergolong masam, serta Pestisida Sidafur (10 kg/ha) untuk mengatasi gangguan hama.

“Ini adalah upaya nyata Petrokima Gresik sebagai penyedia solusi agroindustri, dengan menghadirkan serangkaian produk lengkap untuk mengawal musim tanam serta mewujudkan pertanian yang berkelanjutan” jelas Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk non-subsidi terbaiknya, yaitu pupuk NPK Phonska Plus.

NPK Phonska Plus merupakan pupuk majemuk generasi baru Petrokimia Gresik dengan kandungan NPK 15-15-15 yang diperkaya dengan 9% Sulfur dan unsur hara mikro esensial Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm yang sangat dibutuhkan tanaman.

Unsur tersebut dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun merupakan faktor penting yang dapat memaksimalkan pertumbuhan vegetatif serta pembentukan bunga dan buah pada tanaman. Namun, berdasarkan data dari Organisasi Pupuk Dunia, sebagian besar lahan pertanian di dunia, termasuk salah satunya Indonesia kekurangan unsur hara mikro Zink.

“Sehingga kami memilih Zink sebagai unsur hara mikro yang ditambahkan dalam NPK Phonska Plus,” imbuh Rahmad.

Sementara itu, Lampung Tengah dipilih karena merupakan salah satu sentra pangan di Sumatera yang berpotensi menjadi lumbung padi nasional. Rahmad berharap, pola pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi ini akan diduplikasi oleh petani lainnya.

“Kami berharap produk-produk Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan bagi petani Lampung untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun meningkat” tutup Rahmad.

Kartu Petani Berjaya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved