Pria Buta dan Tuli Ini Dianiaya Anak Kandung Sendiri, Tangan Ditikam Pakai Pisau Garpu

Abu Naim (66) warga Jalan Robani Kadir Kelurahan Talang Putri Palembang, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anak kandungnya.

Pria Buta dan Tuli Ini Dianiaya Anak Kandung Sendiri, Tangan Ditikam Pakai Pisau Garpu
tribunsumsel.com/pahmi
Abu saat membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Abu Naim (66) warga Jalan Robani Kadir Kelurahan Talang Putri Palembang, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anak kandungnya.

Diketahui Abu seorang penderita buta dan tuli sehingga ia datang bersama anak angkatnya untuk melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Palembang Selasa (18/2/2020).

Safat Akbari, anak angkat Abu, mengatakan pada saat itu ayah angkatnya menyuruh MJ (16) untuk memasak.

Namun ditolak, lalu Abu berinisiatif untuk memasak sendiri namun, tiba-tiba MJ marah dan langsung menganiaya Abu dengan memukuli dan menusuk tangan kanannya menggunakan pisau dapur.

23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap

"Pada saat kejadian ayah angkat saya ini langsung menelfon saya untuk memberitahu jika dirinya telah dianiaya anak kandungnya, walaupun ayah saya buta namun dia tetap bisa menghubungi saya," ujarnya.

Ia menambahkan saat itu dirinya langsung menghubungi tetangga di sekitar rumah untuk melihat keadaan Abu, dan benar saja tangan Abu banyak mengeluarkan darah akibat ditusuk anak kandungnya.

"Walaupun saya anak angkat nya dan tidak tinggal satu rumah, saya tetap berkomunikasi dengan beliau dan sesekali main kerumahnya," tambahnya.

Terlihat Abu hanya menunduk kebawah sambil menahan rasa sakit ditangannya, akibat tusukan yang dilakukan anak kandungnya.

Melarang Menghitung Buah Duren di Teras Rumah, Nyawa Torang Pane Melayang di Tangan Anak Kandungnya

Sementara itu, polisi sudah berhasil mengamankan MJ.

MJ (16) mengatakan dirinya menganiaya ayahnya pada malam itu karena ayahnya sering memarahi dirinya sehingga ia tidak senang.

"Saya sering dimarahi dan tidak senang," ujarnya.

Diketahui Abu hanya tinggal berdua bersama anaknya yang bernama MJ di rumah dikarenakan istrinya sudah meninggal.

AKP Heri selaku kepala SPKT membenarkan jika petugas piket SPKT Polrestabes Palembang sudah menerima laporan korban.

"Laporan sudah diterima anggota, selanjutnya laporan korban akan ditindak lanjuti unit reskrim Polrestabes Palembang," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved