Kapolri: Kenaikan Pangkat Bukan karena Kasak-kusuk, Bukan Nitip-nitip, Bukan 'Menghadap' Pimpinan

"Semoga teman-teman setelah naik pangkat ini tidak ada tiga bulan kemudian datang menghadap saya lagi untuk meminta-minta jabatan," kata Kapolri.

KOMPAS.com/Devina Halim
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020). Kapolri Kembali Tegaskan Pemberian Jabatan dan Kenaikan Pangkat Bukan karena 'Menghadap' Pimpinan 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis kembali mengingatkan bahwa kenaikan pangkat bukan dengan kasak-kusuk.

Kenaikan pangkat bukan dengan nitip-nitip.

Kenaikan pangkat bukan dengan 'menghadap' pimpinan.

"Bekerjalah yang terbaik, karena kalau kalian bekerja terbaik, organisasi yang akan mencari kalian," tegas Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis saat memimpin upacara kenaikan pangkat di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).(KOMPAS.com/Devina Halim)
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).(KOMPAS.com/Devina Halim) (KOMPAS.com/Devina Halim)
 


Dalam upacara tersebut, terdapat 42 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri yang mendapat kenaikan pangkat.

Idham pun berharap anggota yang telah naik pangkat tersebut tidak ada yang menghadap dirinya tiga bulan kemudian untuk meminta jabatan.

"Di hati kecil saya selaku pimpinan Polri, saya juga berharap, semoga teman-teman setelah naik pangkat ini tidak ada tiga bulan kemudian datang menghadap saya lagi untuk meminta-minta jabatan," katanya.

Baca juga:

Kapolri Sebut Kemungkinan Mengangkat Dua atau Tiga Kapolda Perempuan

Berdasarkan catatan Kompas.com, ini bukan pertama kalinya Idham menyinggung soal anggota Polri yang menghadap pimpinan demi jabatan.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved