Sebulan Terakhir Ada 25 Kasus Bencana Alam di Empat Lawang, Didominasi Banjir dan Longsor

Terhitung pada Januari 2020, terdata sebanyak 25 kasus bencana alam yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang.

Sebulan Terakhir Ada 25 Kasus Bencana Alam di Empat Lawang, Didominasi Banjir dan Longsor
SRIPOKU.COM / Awijaya
Kondisi rumah Yaumi warga Padang Tepong Ulumusi, bagian dapur nyaris tertimpa longsor tebingan yang berada di dekat rumahnya, Sabtu (8/2/2020) 

Sebulan Terakhir Ada 25 Kasus Bencana Alam di Empat Lawang, Didominasi Banjir dan Longsor

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG -- Terhitung pada Januari 2020, terdata sebanyak 25 kasus bencana alam yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang.

Kepala BPBD Empat Lawang Kuswinarto, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Murzal, mengatakan, dari data 25 bencana alam sudah terjadi selama satu bulan, pada Januari, didominsi oleh banjir dan tanah longsor.

" Bencana alam yang terjadi banjir dan longsor ," kata Murzal kepada wartawan, Selasa (11/2/2020)

Akibatnya bencana alam membuat beberap fasilitas umum rusak, seperti pondasi Jalan Multi Fungsi, Pondasi Jembatan, Gorong-gorong jalan umum.

Dijelaskannya, bencana alam paling banyak di Kecamatan Tebing Tinggi yaitu sebanyak Sembilan kejadian, Kecamatan Muara Pinang ada Enam kejadian

Selain itu di Kecamatan Lintang Kanan dan Kecamatan Pendopo, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Talang Padang, Ulu Musi, Pendopo Barat dan Kecamatan Sikap Dalam.

Sempat Tertahan 3 Jam karena Longsor di Lahat, Rute Kereta Api Kertapati-Lubuklinggau Sudah Normal

Cerita Keluarga Menunggu KA Sindang Marga yang Molor tiba di Lubuklinggau karena Longsor di Lahat

" Di Kecamatan Talang Padang ada Tiga Desa, yaitu Desa Lampar Baru itu Irigasi rusak, Kembahang Lama itu longsor, Desa Remantai juga longsor. Untuk Kecamatan Paiker, Pobar, Ulu Musi dan Kecamatan Sikap Dalam itu semuanya tanah longsor," kata Murzal

Ia menambahkan, kejadian bencana alam tersebut berdampak dan berimbas pada kehidupan dan penghidupan masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

" Ya bencana alam itu berdampak pada kehidupan masyarakat, makanya kita melakukan penanganan segera," katanya.

Penulis: Awijaya
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved