Selain Teka-teki Silang atau Puzzle, Inilah Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Otak

Para peneliti di University of South Australia, Adelaide telah menemukan cara baru yang ntaman untuk menjaga kesehatan otak.

Editor: Bejoroy
https://www.google.co.id/
Ilustrasi - Ketika bicara soal menjaga kesehatan otak, yang terlintas adalah melatih otak dengan menyelesaikan puzzle, teka-teki silang atau memecahkan rumus yang sulit dalam matematika. 

SRIPOKU.COM - Ketika bicara soal menjaga kesehatan otak, yang terlintas adalah melatih otak dengan menyelesaikan puzzle, teka-teki silang atau memecahkan rumus yang sulit dalam matematika.

Namun, siapa yang benar-benar tertarik untuk memecahkan permasalahan aljabar?

Para peneliti di University of South Australia, Adelaide telah menemukan cara baru yang ntaman untuk menjaga kesehatan otak.

Customer Auto 2000 Antusias Saksikan Pemutaran 3D Edukasi Masyarakat Pentingnya Kesehatan Otak

Daun Ubi Jalar Untuk Kesehatan Otak, Layak Dicoba

Menurut peneliti Dr. Ashleigh Smith dan mahasiswa PHD Maddison Mellow, otak sebenarnya dapat mengalami perubahan neuroplastisitas yang tinggi dengan 20 menit latihan interval atau 25 menit latihan aerobik sedang.

Neuroplastisitas mengacu pada kemampuan otak untuk mengubah atau memodifikasi koneksi sarafnya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Hal itu sangat penting bagi perkembangan otak, seperti mempelajari keterampilan baru dan mempertahankan ingatan.

Untuk melakukan percobaan, kelompok yang terdiri dari 128 peserta diminta menyelesaikan satu latihan olahraga baik di sepeda latihan atau treadmill.

Beberapa peserta diminta melakukan latihan intensitas rendah dengan berlari atau bersepeda dengan kecepatan terus-menerus.

Sedangkan yang lain menjalani latihan interval intensitas tinggi, di mana denyut jantung dinaikkan untuk periode yang singkat.

Dr. Smith menyebut, "bersepeda atau berlari dengan kecepatan penuh tanpa memadukan tempo dapat meningkatkan hormon stres, kortisol, yang menghalangi efek positif."

Ia menambahkan, "kortisol tampak memainkan peran utama dalam menentukan apakah latihan itu bermanfaat secara mental."

Smith melanjutkan, otak pada dasarnya perlu bertindak seperti adonan atau karet gelang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved