Bocah SD Ini Menangis, Menang Lomba Lari 21 KM Tanpa Hadiah, Ini yang Dilakukan Hotman Paris!
Bocah SD Menangis Menang Lomba Lari 21 KM Tanpa Hadiah, Hotman Paris Beri Komentar Menohok Ini!
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
"Perlombaan start dari kantor Bupati Poso dan finis di Desa Toyado, Kecamatan Lage. “Saya menangis, cape, dan tidak ada hadiahnya. Nanti di finis baru dibilang tidak ada hadiahnya. Kalau saya tahu tidak ada hadiahnya, saya tidak akan ikut, Pak,” kata Asmarani. (Hotman: beginikah caranya memotivasi anak? Kalau oknum Pemkab Poso tidak mau memberikan hadiah kepada putri cilik yang sangat lugu ini maka Gus Lora Hotman Paris siap memberikan hadiah kepada putri cilik ini dengan syarat oknum Pemkab Poso harus menjelaskan kepada publik bahwa benar tidak bersedia memberikan hadiah kepada Juara yang menang dalam perlombaan tersebut! Aduh disuru berlari 21 km? Dimana hati nuranimu??? Kecil besar hadiah ngak masalah)," tulis Hotman Paris.
• KISAH Orangtua Berikan Nama ke Anaknya Yakni ALHAMDULILLAH REJEKI HARI INI, Ngidam Nasi Padang!
Tangisan Asmarani Bocah SD Peraih Juara I Lomba Lari 21 KM Tanpa Hadiah, tak Terduga Sumbangan Mengalir
Asmarani yang lahir dari keluarga pelari itu sebelumnya mengikuti lomba lari atas syukuran selesainya pekerjaan peningkatan kualitas jalan Kelurahan Lawanga-Toyado.
Kegiatan itu dilaksanakan Dinas PU Sulteng pada 25 Januari 2020, dan Asmarani meraih juara I putri.
Asmarani menangis setelah di garis finis dan mengetahui bahwa kegiatan yang dia ikuti tidak ada hadiahnya atau bonus, kecuali medali.
"Saya disampaikan salah satu staf PU Poso bahwa lomba itu ada bonusnya. Maka, saya dan anak saya serta istri bonceng tiga berangkat dari rumah sekitar jam tiga subuh agar bisa mengikuti lomba itu," kata Alfrianus Ndongku. Dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/1/2020).
Asmarani Ndongku, siswa SD di Poso, peraih juara I putri lari 21 km tanpa hadiah.
Tangis dan lelah siswa kelas VI SD Desa Pandiri itu kini terobati kembali setelah beberapa bantuan datang ke rumahnya di Desa Pandiri, Kecamatan Lage.
Bantuan itu antara lain dari Komunitas Pecinta Lari (Runners Club) Poso dengan memberikan sejumlah uang tunai dan satu kaus bertuliskan "Runners Poso".
Runners Kabupaten Tolitoli serta seorang donatur dari Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah, juga memberikan sejumlah uang.
"Tadi barusan sekitar jam dua siang dari Runners Poso dan Tolitoli datang ke rumah kasih hadiah. Kemudian, ini ibu lagi minta rekening, katanya dari Salatiga," kata Alfrianus Ndongku, orangtua Asmarani, didampingi salah seorang ibu utusan dari Salatiga, Selasa (28/1/2020).
Menurut Alfrianus, mereka yang bersimpati itu memberi apresiasi atas usaha dan kerja keras Asmarani yang sudah keluar sebagai pemenang, meski tidak mendapat hadiah dari penyelenggara.
Komunitas Runners Poso meminta agar Asmarani tidak putus asa dan turun semangat dalam berlatih.
"Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang peduli dengan anak kami," kata Alfrianus.
Sementara itu, Kadis PU Sulteng Saifullah Djafar mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu bukan lomba, melainkan kegiatan rutin pada setiap ruas jalan yang selesai dikerjakan dengan event maraton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hotman-paris-asmarani.jpg)