Bayi Kembar Tiga
Cerita Guru di Ogan Ilir Melahirkan Bayi Kembar Tiga, Berat Badan Naik 20 Kilogram
Setelah mengetahui kehamilan pertamanya tersebut kembar tiga, dia rajin memeriksakan kondisi kesehatan kehamilannya.
Penulis: maya citra rosa | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan sripoku.com, Maya Citra Rosa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - RSMH Palembang kembali menangani kelahiran bayi kembar tiga.
Teranyar, Selasa (4/2/2020) siang, bayi kembar tiga milik dari pasangan Rati Efrika dan Iswanto.
Pasangan tersebut berasal dari Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir.
"Proses kelahiran mereka dilakukan secara operasi sesar dengan mendapat penanganan dari dr.Hadrians Kesuma, SpOG (K)," ujar Kepala Instalasi Rawat Inap Kebidanan Gedung C RSMH, Rodiah didampingi koordinator Humas RSMH, Ahmad Suhaimi.
• Ibu di Tanjung Pinang Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Dua Diantaranya Menyatu di Bagian Kepala
Kelahiran bayi kembar tiga tersebut merupakan bukan yang pertama bagi RSMH dalam membantu proses kelahiran bayi kembar lebih dari dua di tahun ini.
Pada tahun sebelumnya, ada satu kelahiran bayi kembar tiga dan satu kelahiran bayi kembar empat yang ditangani RSMH.
"Tidak menutup kemungkinan, bayi kembar lebih dari dua bisa dilahirkan secara normal. Tapi semuanya harus melalui pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu.
Proses pemeriksaannya juga tidak sembarang," ujar Rodiah.
Dijumpai satu hari pasca proses persalinan, Ratih Efrika (26) mengatakan dirinya baru menyadari kehamilan bayi kembar tiga ketika usia kehamilan minggu ke 18.
• BREAKING NEWS: Bayi Kembar 3 yang Lahir di RSMH Palembang Dibantu Alat Bernafas, Berat Badan Kurang
Dia sebelumnya tidak merasakan keanehan pada awal kehamilan, tidak ada rasa ngidam yang berlebih, tapi perutnya menjadi lebih besar daripada kehamilan orang biasanya.
“Berat badan saya naik dari 51 kilogram menjadi 71 kilogram," ujarnya.
Setelah mengetahui kehamilan pertamanya tersebut kembar tiga, dia rajin memeriksakan kondisi kesehatan kehamilannya.
Namun karena kelelahan perjalanan dari Ogan Ilir ke Palembang, ketuban Ratih pecah dan kemudian segera dirujuk ke RSMH.
Ratih yang berprofesi sebagai guru di Tanjung Batu ini biasa melakukan aktivitasnya mengajar, sedangkan suaminya, Iswanto sebagai seorang wiraswasta bersyukur diberikan tiga anak dalam sekali waktu.