Berita Empatlawang

Usaha Penangkaran Burung Walet di Empatlawang Belum Maksimal Bayar Pajak

Usaha penangkaran burung walet di Kabupaten Empat Lawang banyak yang tidak membayar pajak ke Pemkab Empat Lawang.

Usaha Penangkaran Burung Walet di Empatlawang Belum Maksimal Bayar Pajak
SRIPOKU.COM/Awijaya
Candra SH, Kepala BP2RD Kabupaten Empatlawang 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU COM,EMPATLAWANG-- Usaha penangkaran burung walet di Kabupaten Empat Lawang banyak yang tidak membayar pajak ke Pemkab Empat Lawang

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Empat Lawang, Candra SH, kepada waratawan di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020).

Dikatakannya, saat ini di Kabupaten Empat Lawang ada puluhan usaha penangkaran sarang walet. Namun yang sudah bayar pajak baru tiga pemilik usaha, selebihnya belum ada.

Itupun, pajak dari tiga pengusaha sarang walet belum maksimal, ada yang pajak perbulannya cuma Rp 100 ribu, dan hanya Rp 1 juta.

Ibu Rumah Tangga di Gunung Megang Muaraenim Ditemukan Tewas di Rumahnya Diduga Alami Kekerasan

Dua Tersangka Pembunuh Ari Gunting Ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau, Motif Kesal

Ngumpet Tanpa Busana di Toilet, Cara Pasangan Mesum Hindari Razia, 61 pasangan Mesum Diamankan

Artinya pendataan usaha walet di Tebing Tinggi belum maksimal. Termasuk di kecamatan lain belum disentuh

"Baru ada tiga pemilik usaha yang bayar pajak, itupun realisasi pajaknya belum maksimal," katanya.

Masih dikatakannya, untuk itu pihaknya, akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh pengusaha sarang walet tidak hanya di Kecamatan Tebing Tinggi saja juga kecamatan lain, Kecamatan Ulumusi, Pendopo dan Paiker.

"Harapan kami akan mendata ulang seluruh pegusaha burung walet yang ada. Sehingga dapat terevaluasi secara maksimal dan menjadi penghasilan daerah," terang Candra. (cr27)

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved