Berita PALI

Tim Elang Polsek Talang Ubi Resor PALI Ringkus Bandar Narkoba Jenis Sabu Sabu

Seorang bandar narkoba, Eddy Widodo (32) diamankan Tim Elang unit reskrim Polsek Talang Ubi Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Tim Elang Polsek Talang Ubi Resor PALI Ringkus Bandar Narkoba Jenis Sabu Sabu
SRIPOKU.COM/Reigan Riangga
Edi Widodo-bandara narkoba saat diamankan di Polsek Talang Ubi Resor PALI 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI -- Seorang bandar narkoba, Eddy Widodo (32) diamankan Tim Elang unit reskrim Polsek Talang Ubi Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di kediamannya Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi. 

Tim Elang pimpinan Kanit Reskrim Ipda Irzan Simbolon melakukan penyergapan terhadap pelaku, pada Rabu (29/1/2020) tanpa perlawanan saat hendak mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi. 

Saat digeledah, benar saja petugas menyita barang bukti paket narkoba terdiri dari sabu-sabu dan ekstasi yang tersimpan dalam saku celana depan miliknya dan seperangkat alat hisap sabu (bong) di lemari pakaiannya.

Tak ayal pelaku tidak mampu mengelak lagi, sehingga pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Talang Ubi, untuk mempertangubgjawabkan perbuatanya tersebut.

Dua Kades di Kecamatan Lintang Kanan Empatlawang Kecelakaan Mobil Masuk Jurang, Satu Orang Tewas

Tangan Masih Teborgol, 3 Tahanan Kejari Lubuklinggau Kabur

Belasan Mantan Pekerja PT Nusapala Parkir Mengadu ke Disnakertrans Sumsel, Tuntut Uang Pesangon

Kapolsek Talang Ubi Kompol Yuliansyah SH, melalui Kanit Reskrim Ipda A Irzan Simbolon SH mengatakan, bahwa barang bukti yang berhasil ditemukan pihaknya tersebut berupa satu paket sabu-sabu sebanyak 2,09 gram.

"Lalu, enam paket sabu-sabu seberat 1,17 gram. Satu bungkus plastik bening berisikan empat butir pil ekstasi warna biru logo S dengan berat bruto keseluruhan 1,66 gram. Dan 19 bungkus plastik bening kosong," terangnya.

Sementara, pelaku Eddy mengakui, bahwa barang haram tersebut merupakan miliknya yang hendak diedarkan kepada para pelangganya. Namun, sebelum semuanya terjual dirinya keburu ditangkap Polisi.

"Barang ini saya peroleh dari seorang bandar di wilayah Kabupaten PALI. Rencana semuanya untuk dijual, namun saya keburu ditangkap. Saya menyesal pak," katanya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved