Berita Palembang

Waspada! Hujan Angin dan Petir di Sumsel Diperkirakan Berlangsung dari 24 hingga 27 Januari 2020

Aktifnya Angin Muson Muson Barat yang sarat uap air dan melewati wilayah Indonesia berpotensi membawa angin kencang disertai hujan dan petir.

Waspada! Hujan Angin dan Petir di Sumsel Diperkirakan Berlangsung dari 24 hingga 27 Januari 2020
Tribunnews Bogor
Prakiraan Cuaca BMKG di Kota Palembang Hari Ini, Senin 19/11/2018 - Bakal Hujan Petir & Hujan Lokal 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Palembang mencatat aktifnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air dan melalui wilayah Indonesia pada umumnya dan wilayah Sumsel pada khususnya mengakibat peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin.

Hal ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam hingga dini hari.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiadji menjelaskan, secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel akan normal dan berfluktuatif sejak tanggal 20 Januari lalu hingga Kamis, 23 Januari 2020.

"Kondisi ini diperkirakan meningkat pada 24-27 Januari 2020. Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi hingga lima hari ke depan," jelasnya, Kamis (23/11/2020).

Dia mengatakan, karakteristik permukaan Sumsel yang terdiri dari daerah rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan) menyebabkan adanya belokan (Trough) dan pertemuan massa udara (Konvergensi) di wilayah Sumsel.

"Ini juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan akibat pemanasan matahari," katanya.

Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan), lanjut Bennny, angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia yang meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

Banyak Gangguan, Pembangunan PDAM Tirta PALI Anugerah Molor, Komisi II DPRD Tinjau Langsung

Puncak Musim Buah Durian di Empatlawang, Dimasukan Toples dan DIkirim ke Jakarta dan Bogor

Polwan Berpangkat Letnan Kepergok Mesum Bareng Sersan, Padahal Suaminya Petinggi Polsek

Benny menyebutkan, berdasarkan kedua kondisi tersebut curah hujan di wilayah Sumsel bagian Barat akan mengalami peningkatan dan terus berlanjut.

Adapun wilayah yang mengalami kondisi tersebut yaitu dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya Bencana Hidrometeorologi (genangan/banjir, banjir bandang dan tanah longsor) di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Empat Lawang, Lahat, Muratara, Muba, Kabupaten PALI, dan Kabupaten Muara Enim," tuturnya.

"Kami minta masyarakat selalu waspada adanya bencana Hidrometeorologi ini," kata Benny.

Sementara itu, untuk potensi bencana Hidrometeorologi (angin kencang/puting beliung dan genangan atau banjir) pada wilayah Kota Pagaralam, Kota Prabumulih, Kab. Banyuasin, Kota Palembang, Kab. OKI, Kab. OI, Kab. OKU Timur, Kab. OKU dan Kab.OKU Selatan.

Benny mengimbau masyarakat Sumsel dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan selalu memperbarui informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk melakukan tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi.

"Beberapa upaya tersebut di antaranya melakukan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas atau mengurangi dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang, perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan menyiapkan kolam-kolam retensi," ujarnya.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved