Punya Penyakit Kulit Eksim? Berikut Fakta dan Cara Mudah Merawatnya di Rumah
Gejala eksim atopik umumnya berupa kulit gatal dan iritasi. Meski mirip, gejala eksim atopik bukanlah reaksi alergi.
SRIPOKU.COM - Apakah kamu mengalami gatal-gatal pada kulit? Bisa jadi itu adalah eksim. Jenis eksim yang paling sering terjadi adalah eksim atopik, yang dikenal juga dengan istilah dermatitis atopik.
Gejala eksim atopik umumnya berupa kulit gatal dan iritasi. Meski mirip, gejala eksim atopik bukanlah reaksi alergi. Faktor keturunan dan pengaruh lingkungan kerap dituding sebagai pemicunya.
Hingga saat ini, eksim atopik diduga terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor. Mulai dari pengaruh genetik atau keturunan, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, faktor lingkungan, aktivitas yang membuat kulit jadi sensitif, serta kerusakan pada lapisan pelindung kulit yang memicu kandungan air di kulit lebih cepat menguap dan kuman lebih mudah masuk.
• Penyakit Kulit Vitiligo Bisa Diobati, Inilah 4 Metode Terapinya, seperti Penyamaran dengan Kosmetik
• Inilah 5 Penyakit Kulit yang Mengintai Saat Kamu Berolahraga di Gym, Pastikan Jaga Kebersihan Girls!
• Ramalan Bintang Virgo Tahun 2020: Rezeki, Karir, Kesehatan, Asmara Dilanda Masalah Salah Paham
Mungkin banyak beredar anggapan bahwa eksim menular atau hanya dialami oleh orang yang tinggal di area yang kurang bersih. Anggapan-anggapan ini tidaklah tepat.
Berikut fakta mengenai eksim yang sebaiknya kita ketahui:
1. Eksim tidak menular
Satu hal yang pasti, penyakit eksim kulit, khususnya eksim atopik, bukanlah penyakit menular. Jika kamu mengalaminya, kondisi ini bukan karena tertular dari orang lain. Ataupun bila sedang mengalami kekambuhan eksim, kamu tak akan menularkannya pada orang lain.
2. Eksim dipengaruhi oleh faktor keturunan
Orang yang menderita eksim atopik biasanya memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama. Ini berarti, faktor genetik diduga kuat punya peran besar.
Selain itu, anak-anak yang menderita penyakit kulit eksim juga cenderung menderita asma atau alergi saat bertambah besar.
3. Eksim kemungkinan dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil
Masih belum jelas apa pengaruh usia ibu saat anak dilahirkan dengan kejadian penyakit kulit eksim pada anaknya.
Tetapi anak-anak yang lahir dari ibu yang berusia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita eksim atopik jika dibandingkan dengan anak-anak yang saat lahir saat sang ibu berusia muda.
4. Eksim bukan terjadi akibat kebersihan yang tidak terjaga
Dari pengamatan kasus-kasus yang terjadi, kebanyakan penderita eksim atopik (terutama yang masih anak-anak) justru berasal dari kelas sosial menengah ke atas, serta tinggal di daerah urban dengan tingkat polusi yang cukup tinggi atau beriklim dingin.
Karena penyebabnya belum pasti, penanganan penyakit eksim juga belum bisa dipastikan. Perawatan yang diberikan umumnya berdasarkan gejala yang terjadi maupun pemicunya.
Pemicu bukanlah sesuatu yang menjadi penyebab mendasar penyakit tersebut, melainkan sesuatu yang dapat menyebabkan munculnya gejala atau kekambuhan.
Pemicu paling umum dari penyakit eksim adalah zat-zat yang bisa mengiritasi kulit. Misalnya, kandungan bahan kimia dalam deterjen, sabun, atau pewangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gatal2.jpg)