Perampok Bergolok Tumbang Dihajar Ibu dan Anak, Ternyata Sang Anak Bisa Karate dan Anak Polisi

Yusni Widya Utami (22) sontak berhenti menikmati makan seblak ketika golok mengalung di lehernya. Jantungnya berdegup tak karuan.

Editor: Yandi Triansyah
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI
Elis (kiri) dan anaknya, Yusni Widya Utami, menunjukkan luka akibat melumpuhkan perampok bergolok di rumahnya di RT 004 RW 002 Dusun 1 Desa Kepompongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). 

Perampok Bergolok Tumbang Dihajar Ibu dan Anak, Ternyata Sang Anak Bisa Karate dan Anak Polisi

SRIPOKU.COM -- Perampok bergolok, tumbang dihajar ibu dan anak di Cirebon, Rabu (22/1/2020).

Yusni Widya Utami (22) sontak berhenti menikmati makan seblak ketika golok mengalung di lehernya. Jantungnya berdegup tak karuan.

Air matanya jatuh. Bibirnya bergetar. Mulutnya dibekap. Suaranya hilang entah ke mana.

”Kalau enggak mau diapa-apain, diam kamu!!!” ucap Yusni, menirukan ucapan RS (28), perampok yang menyatroni rumahnya di RT 004 RW 002 Dusun 1, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Senin (20/1/2020) pagi. Seperti dikutip dari Kompas.id

RS membekap mulut dan mengancam Yusni dengan golok.

Senin sore, di antara jejak ingatan sekaligus trauma yang masih segar, Yusni sempat pasrah dan mengikuti perintah RS untuk berjalan mundur.

Melihat Yusni menuruti perintahnya, RS melepaskan golok dari leher korban.

Yusni tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Melihat golok tak lagi di lehernya, mahasiswi Universitas Soedirman, Purwokerto, itu pun membalikkan badan, menjegal kaki RS, lalu membantingnya.

Rebutan golok sempat terjadi. Naas, golok RS menyabet telunjuk tangan kanan Yusni. Darahnya bercucuran.

Elis Aryani (48), ibunya, yang sedang menjemur pakaian di luar pun kaget mendengar keributan dan melihat anaknya bergulat dengan RS.

Istri Inspektur Satu Jojo Sutarjo yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jabar itu pun langsung membantu anaknya.

”Saya injak perutnya dan piting tangannya. Dia (RS) minta ampun,” ucapnya. Jari manis tangan kiri Elis turut terluka akibat golok. Naluri menyelamatkan anaknya membuat luka itu tak dirasa.

”Setelah 10 menit dan perampok berhasil dilumpuhkan, saya lari ke depan rumah, berteriak minta tolong,” ucap Yusni.

Sejumlah tetangga, termasuk anggota Brimob yang membawa pistol, pun meringkus RS. Yusni dan ibunya lolos dari ancaman perampokan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved