Kakek Bastari Meninggal

Kronologi Baku Tembak Tim Hunter Vs Perampok Kakek Bastari di Jembatan Ampera, Polisi Tertembak

Seorang perampok kakek Bastari tewas tertembak ketika akan ditangkap Tim Hunter Polrestabes Palembang.

Kronologi Baku Tembak Tim Hunter Vs Perampok Kakek Bastari di Jembatan Ampera, Polisi Tertembak
handout
Kapolrestabes Palembang memperlihatkan senjata api yang diduga digunakan perampok kakek Bastari melawan polisi saat ditangkap. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Unit Hunter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang tembak mati Alam (26) warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, Sabtu (18/1) sekitar pukul 00.40 WIB.

Alam, yang diduga perampok kakek Bastari ketika berada di bawah Jembatan Ampera, terpaksa ditembak oleh Tim Hunter Satreskrim Polrestabes Palembang pimpinan Iptu M Tohirin dan Aipda Agus Akbar, lantaran berupaya memberikan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan ke arah anggota.

Sehingga mengetahui hal itu anggota juga langsung melepaskan tembakan ke arah pelaku yang mengenai bagian dada, sehingga pelaku dibawa berobat kerumah sakit, akan tetapi setelah di Rumah Sakit pelaku meninggal dunia.

Tim Hunter Polrestabes Palembang Tembak Perampok Kakek Bastari di Jembatan Ampera, Pelaku Tewas

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono mengatakan, pelaku saat akan ditangkap memberikan perlawanan dengan menembaki petugas menggunakan senjata api rakitan yang dibawanya.

"Atas pertimbangan keselamatan personil maka kami berikan pelaku tindakan tegas terukur, dengan membalas tembakan pelaku yang mengenai bagian dada," ujarnya.

Menurutnya kejadian penembakan yang mengakibatkan pelaku tewas terjadi di Jalan Pangeran Ratu, Perumahan Top Amin Mulya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring.

Seorang kuli angkut di Pasar 16 Ilir Palembang, Bastari, yang menjadi korban perampokan dan penganiayaan di Pasar 16 Ilir. Selain kehilangan uang Rp 500 ribu yang ia tabung berminggu-minggu lamanya, pria malang ini juga ditikam si pelaku.
Seorang kuli angkut di Pasar 16 Ilir Palembang, Bastari, yang menjadi korban perampokan dan penganiayaan di Pasar 16 Ilir. Selain kehilangan uang Rp 500 ribu yang ia tabung berminggu-minggu lamanya, pria malang ini juga ditikam si pelaku. (tribunsumsel.com)

"Dalam baku tembak itu juga mengenai anggota kita tapi hanya mengenai rompi anti peluru saja," katanya.

Ia menambahkan, Polrestabes Palembang tidak segan-segan memberikan tindakan tegas bagi pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat seperti begal dan narkoba.

"Dengan tindakan tegas akan mampu memberikan contoh bagi pelaku lainnya jangan berani-berani melawan petugas saat akan diamankan," tegasnya.

Rekonstruksi Perampokan Modus Ajak Mesum di Hotel Pria Dibakar, Polisi Sita Uang Rp 2,5 juta

Peristiwa perampokan dengan korban Bastari (58) warga Jalan Tengkuruk Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang pada 14 Desember 2019 lalu sekitar pukul 20.00 WIB di Bawah Jembatan Ampera depan Pospol PP, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

Saat itu korban sedang duduk di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tiba-tiba datang pelaku langsung merampas tas sandang milik korban dan menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau yg mengenai bagian punggung.

Sehingga atas kejadian itu korban mengalami luka tusuk dan kehilangan tas yang berisikan uang tunai dengan kerugian senilai Rp 500 ribu sehingga korban melapor ke Polrestabes Palembang.

"Namun menurut laporan yang kita terima setelah dua hari pasca kejadian tersebut, korban meninggal dunia karena luka yang didapatkan dari pelaku Alam," ungkapnya di sela-sela press release di depan kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang.

Dari tangan pelaku barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu pucuk senjata api rakitan warna putih, empat butir amunisi Cal 9 ml terdiri dari tiga butir amunisi Cal 9 ml yg masih aktif dan satu butir selongsong amunisi Cal 9 ml yg sudah ditembakkan serta satu bilah sajam jenis pisau cap garpu bergagang kayu dan bersarung kulit warna coklat.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved