Inilah 10 Hal Sepele Pemicu Pertengkaran di Hehidupan Rumah Tangga yang Perlu Dihindari
Penyebab umum pasangan bertengkar tidak hanya karena masalah kesetiaan atau pengasuhan anak (ketika sudah menikah).
SRIPOKU.COM - Perdebatan dan pertengkaran dalam hubungan adalah hal biasa. Namun, ketika terjadi masalah yang sama berulang-ulang dan berlarut, artinya kamu perlu mencari solusi yang tepat.
Penyebab umum pasangan bertengkar tidak hanya karena masalah kesetiaan atau pengasuhan anak (ketika sudah menikah).
Menurut pakar hubungan dan konselor pernikahan dari New York, Rachel Sussman, ada beberapa hal sepele yang juga bisa memicu pertengkaran, seperti tugas rumah tangga atau media sosial.
• Ramalan Bintang - Cinta Jumat 27 September 2019: Pisces Terjadi Pertengkaran, Leo Merenung
• Lirik lagu Percaya Aku Chintya Gabriella, Harus Percaya Pasangan Agar Terhindar dari Pertengkaran
• Inilah 5 Zodiak Cewek Tak Malu PDKT Duluan Saat Suka dengan Cowok: ada Taurus, Sagitarius, Capricorn
Ia menambahkan, pertengkaran seringkali bukan hanya karena topik itu sendiri, melainkan dari kurangnya komunikasi antar-pasangan.
"Jika kamu adalah seseorang dengan skill komunikasi yang buruk, bisa saja ketika pasanganmu membahas sesuatu kamu akan berakhir defensif atau mulai membalas."
"Artinya, apapun yang diperdebatkan, bisa terjadi eskalasi yang berakhir dengan pertengkaran hebat," katanya.
Sussman menyebutkan beberapa hal sepele di kehidupan rumah tangga yang bisa memicu pertengkaran antar-pasangan, yang jika dibiarkan berpotensi memicu keretakan hubungan.
1. Pertengkaran setelah punya anak
Sejumlah pasangan yang telah memiliki anak seringkali beradu argumen karena salah satu dari mereka merasa kurang diperhatikan. Pada kondisi tersebut, mereka juga kerap merasa hubungan tersebut hanyalah hubungan transaksional.
Para ilmuwan yang mempelajari transisi ke kehidupan pengasuhan anak mengatakan, ada tiga faktor yang bisa membantu pasangan menjaga keintiman mereka setelah memiliki anak, antara lain:
- Membangun kegemaran dan afeksi untuk pasangan.
- Lebih peduli pada kehidupan pasangan dan lebih responsif.
- Melakukan pendekatan masalah seperti sesuatu yang bisa dikontrol oleh dirimu dan pasanganmu, lalu menyelesaikannya sebagai pasangan.
2. Masalah hubungan intim
Terkadang, salah satu pihak menginginkan hubungan intim lebih sering daripada pihak lainnya. Beberapa pasangan juga merasa keinginan berhubungan intim dengan pasangannya sudah mati.
Jadwal hubungan intim bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Terutama jika kedua belah pihak sama-sama sibuk atau memiliki tingkat gairah yang berbeda.
2. Ketidaksetiaan
Perselingkuhan seringkali menghancurkan hubungan, meskipun hal itu sebetulnya bisa dihindari.
Terapis pasangan Esther Perel sebelumnya menjelaskan bahwa pasangan bisa saja menjadi lebih dekat dan jujur satu sama lain ketika diterpa isu ketidaksetiaan. Kondisi ini bahkan dikatakan sebagai "pernikahan kedua".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-jadi-korban-pertengkaran-orangtua-dalam-rumah-tangga.jpg)