Jembatan Ampera Palembang Ditutup

Jembatan Ampera Punya 6000 Titik Retakan, Ini Fakta Tersembunyi dan Sejarah Ikon Khas Kota Palembang

Kemegahan Jembatan Ampera yang menjadi jalan penghubung antara Hilir dan Hulu ini menjadi tempat wisata yang selalu diburu oleh para wisatawan.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Sudarwan
SRIPO/SYAHRUL
Jembatan Ampera Punya 6000 Titik Retakan, Ini Fakta Tersembunyi dan Sejarah Ikon Khas Kota Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jembatan Ampera Palembang merupakan salah satu ikon khas kebanggaan warga Sumatera Selatan.

Kemegahan Jembatan Ampera Palembang yang menjadi jalan penghubung antara Hilir dan Hulu ini menjadi tempat wisata yang selalu diburu oleh para wisatawan.

Sejarah panjang terciptanya Jembatan Ampera Palembang juga tak kalah keren dan menyimpan banyak fakta tersebunyi.

Jembatan Ampera Palembang dibangun dengan panjang total 1117 meter, Lebar 22 meter dan Tinggi 63 meter dan berdiri kokoh diatas aliran Sungai Musi.

Ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, Sabtu (21/12/2019)
Ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, Sabtu (21/12/2019) (SRIPOKU.COM/NISYAH)

Nama Ampera sendiri merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat.

Ikon Kota Palembang ini juga menghubungkan dua kawasan yakni seberang ilir dan seberang ulu.

Dimana kedua kawasan tersebut dipisahkan oleh Sungai Musi.

Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Tepat pada 30 September 1965, Jembatan Ampera diresmikan oleh Letjen Ahmad Yani, dengan nama Jembatan Bung Karno.

Selain Jembatan Ampera, Ini 13 Objek Wisata Lainnya yang tak Kalah Menarik di Kota Palembang

Kini sudah hampir 54 tahun Jembatan Ampera Palembang berdiri kokoh di atas Sungai Musi, tentu tak sekokoh saat pertama kali dibangun bukan.

Diberitakan pada 2018 lalu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V telah melakukan pendataan dan pengecekan pada kondisi Jembatan Ampera Palembang, dimana tercatat pada plat lantai jembatan ini mengalami retak di 6.000 titik.

Sebagai tindak lanjut, dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan BBPJN Wilayah 5, Suwarno, pihaknya sudah melakukan perbaikan dengan cara injeksi.

Dimana, lewat proses tersebut setiap plat rusak diberikan injeksi yang berisikan cairan khusus untuk merekatkan celah yang mengalami keretakan.

"Biasanya lama proses dilakukan 2x24 Jam, namun setiap 6 jam kita rutin cek. Injeksi dilakukan sampai benar-benar dari alat yang digunakan menunjukkan tak bisa lagi masuk cairan. Ini artinya semua cela sudah tertutup rapat," ujarnya, Minggu (22/7/2018).

Untuk melakukan proses ini, kata Suwarno tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya tenaga ahli bersertifikatlah yang boleh melakukannya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved