Berita Muratara

Sepanjang 2019, BPBD Muratara Tangani 5 Jenis Bencana, Berikut Bencana Paling Parah

Sepanjang 2019, BPBD Muratara Tangani 5 Jenis Bencana, Berikut Bencana Paling Parah

Sepanjang 2019, BPBD Muratara Tangani 5 Jenis Bencana, Berikut Bencana Paling Parah
SRIPOKU.COM/Rahmad Aizullah
Sepanjang 2019, BPBD Muratara Tangani 5 Jenis Bencana, Berikut Bencana Paling Parah 

Sepanjang 2019, BPBD Muratara Tangani 5 Jenis Bencana, Berikut Bencana Paling Parah

SRIPOKU.COM, MURATARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat ada lima jenis bencana yang terjadi sepanjang 2019.

"Ada lima jenis bencana yang sudah kami tangani dalam tahun ini," kata Kepala BPBD Muratara, Syarmidi kepada Tribunsumsel.com, Senin (30/12/2019).

Lima jenis bencana tersebut seperti, Banjir, Angin Puting Beliung, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kebakaran rumah penduduk, serta orang tenggelam di sungai.

Ia merincikan, dalam tahun 2019 bencana banjir di wilayah Kabupaten Muratara terjadi hanya satu kali di empat kecamatan.

2019 Harga Karet Bikin Petani Menjerit, Ini Harapan Petani Karet di OKI 2020

Bawaslu Arahkan Panwascam OKU Timur untuk Berkoordinasi dengan Kecamatan

Banjir Bandang Gempur Warga Saat Terlelap Tidur, 8 Rumah Hanyut 73 Rusak Berat

"Empat kecamatan yang menjadi langganan banjir itu Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo dan Rawas Ilir," katanya.

Kemudian bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sepanjang tahun 2019 terjadi sebanyak 19 kali kejadian yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara di lima kecamatan, yakni Rupit, Nibung, Rawas Ulu, Karang Dapo dan Rawas Ilir.

"19 kali itu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang cukup besar, kalau kebakaran kecil-kecil seperti warga buka kebun lebih dari 19 itu. Catatan kami sekitar 700 hektar lahan yang terbakar," kata Syarmidi.

Sementara kebakaran rumah penduduk kata dia terjadi sebanyak lima kali di tiga kecamatan, yakni Rupit, Karang Jaya dan Rawas Ilir.

"Paling parah di Kecamatan Rawas Ilir, tepatnya di Kelurahan Bingin Teluk, ada empat rumah yang ludes terbakar," ungkapnya.

Bencana banjir dan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara juga menangani bencana Angin Puting Beliung yang terjadi di 'Bumi Beselang Serundingan'.

Angin Puting Beliung melanda Kabupaten Muratara warga di tiga desa/kelurahan di Kecamatan Rawas Ilir, yakni Kelurahan Bingin Teluk, Desa Beringin Makmur I dan Desa Beringin Makmur II.

"Angin Puting Beliung hanya sekali itulah, bulan Juli, cukup parah itu, ratusan rumah terdampak, ada dua rumah yang roboh rata dengan tanah," ujarnya.

Syarmidi menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara tidak hanya menangani bencana alam saja, tetapi juga turut membantu warga yang tertimpa musibah tenggelam di sungai.

"Kalau orang tenggelam di sungai ada dua orang selama 2019, di Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Karang Dapo, semuanya meninggal dunia," katanya.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved