Berita OKI
2019 Harga Karet Bikin Petani Menjerit, Ini Harapan Petani Karet di OKI 2020
2019 Harga Karet Bikin Petani Menjerit, Ini Harapan Petani Karet di OKI 2020
2019 Harga Karet Bikin Petani Menjerit, Ini Harapan Petani Karet di OKI 2020
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Tahun baru 2020 tak lama lagi akan tiba, meski tahun terus berganti tetap saja para Petani Karet di OKI masih menggantungkan harapan akan naiknya harga karet supaya mereka kembali merasakan kesejahteraan seperti dulu kala.
Sepanjang tahun 2019 ini, para Petani Karet di OKI tidak pernah sekalipun harga karet menyentuh angka Rp 10.000 perkilonya, oleh sebeb itu petani karet keluahkan harga.
Hal tersebut dikatakan seorang yang bertugas sebagai supir truk pengepul getah karet, Agustinus asal Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Setiap harinya ia berpindah desa untuk mengambil karet-karet yang dijual para warga kepada bosnya, maka sudah pasti ia juga menjadi salah satu saksi petani karet keluahkan harga dengan harga karet yang tidak stabil dan masih tetap saja murah.
"Saya turut merasakan harga karet tidak pernah stabil, bahkan sambut tahun baru ini turun lagi mas, ini yang saya dapat dari petani karet keluahkan harga," ucapnya, Senin (30/12/2019).
• Besok Malam Late Night Sale di Palembang Icon, Pengunjung Mall Bisa Dapatkan Hadiah Langsung
• Banjir Bandang Gempur Warga Saat Terlelap Tidur, 8 Rumah Hanyut 73 Rusak Berat
• Gelandang Persik Kediri, Mantan Pemain Terbaik 2018 Siap Merapat ke Sriwijaya FC, Ini Sosoknya!
Dilanjutkan Agus, petani karet keluahkan harga ini setiap hari menjadi makanannya karena dirinya menjadi supir karet sudah terhitung sejak 3 tahun yang lalu namun harga karet anjlok baru sekitar 2 tahun belakang.
"Mulai anjlok harga karet sudah dua tahun ini, anjloknya begitu drastis bahkan tidak pernah lagi menyentuh harga Rp. 10.000, hal ini yang menjadi petani karet keluahkan harga selama ini," ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Agus, harga karet terus saja setiap waktunya mengalami perubahan, misalnya saja harga karet sudah lumayan baik bukannya bertahan atau semakin naik justru kembali menurun.
"Bulan lalu lumayan sampe menyentuh harga karet Rp 9500 perkilonya, tapi sekarang harganya turun lagi sejak sekitar 2 minggu menjadi Rp 8500 perkilonya,"
"Turun seribu rupiah itu lumayan lho mas, kalau dikalikan perkilonya ya banyak juga," tutur Agus.
Agus melanjutkan jika dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab harga karet yang tidak pernah stabil dan cenderung tetap murah, yang dirinya tau ialah jumlah kadar air dalam getah karet juga menjadi faktor turunnya harga karet.
"Setahu saya yang membuat harga karet tidak stabil ini barangnya, apalagi sekarang sudah mulai musim hujan kadar air karet menjadi nambah sehingga harganya turun," tutupnya.
Petani Karet di OKI Warso keluhkan harga karet yang baru saja menjual getah karet nya sudah tidak kaget lagi dengan hanya yang turun drastis setiap bulannya.
"Baru bulan lalu harga naik, sekarang sudah turun lagi. Kapan lah bisa mahal lagi seperti dulu," ujarnya sembari berharap keadaan lebih membaik tahun depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pengepul-karet-dari-petani-karet-di-oki.jpg)