BERITA POPULER Sani Driver Taksol di Palembang Tewas Dibegal, Dirut RSMH Kutuk Pelaku

BERITA POPULER Sani Driver Taksol di Palembang Tewas Dibegal, Dirut RSMH Kutuk Pelaku yang Kini Diamankan Polisi.

Tayang:
Editor: Refly Permana

4. Suasana Haru Pemakaman Ruslan Sani Driver Taksi Online yang Tewas Setelah Jadi Korban Perampokan

Isak tangis mengiringi pemakaman Ruslan Sani (43) Driver Taksi Online di Palembang yang tewas usai menjadi korban perampokan oleh penumpangnya sendiri.

Bertempat di TPU Sematang Borang, suasana haru begitu kental terasa menyelimuti pihak keluarga maupun para pelayat yang hadir di pemakaman.

Menggunakan gamis hitam dengan jilbab warna senada, Maryatin (41) istri korban, terlihat begitu lemas selama proses pemakaman Ruslan Sani yang menjadi korban perampokan berlangsung.

Wajahnya terlihat pucat, matanya begitu sembab karena menangis dan tangannya juga terus membawa tasbih coklat seraya tak henti-henti mengucap dzikir dari bibirnya.

 Belajar dari Kasus Korban Ruslan Sani, Berikut 8 Tips Bagi Driver Online Agar Terhindar dari Begal

 Sani Korban Begal Sempat Duduk Bersimbah Darah di Tepi Jalan, Warga Takut Lakukan Kesalahan

Selama proses pemakaman berlangsung Ruslan Sani yang menjadi korban perampokan, ia terus berdiri seraya bersandar di bahu anak pertamanya, Mario (20).

Keduanya tampak saling menguatkan satu sama lain, meskipun air mata mereka tak henti-hentinya mengalir.

Sementara Ari (18), anak bungsu korban tampak duduk lemas disamping pusara sang ayah Ruslan Sani yang menjadi korban perampokan.

Semula terlihat tabah, namun tangis pemuda itu seketika pecah tak tertahankan ketika pihak keluarga mengajaknya untuk pulang begitu proses pemakaman Ruslan Sani yang menjadi korban perampokan selesai.

"Kamu jangan seperti ini ikhlaskan bapakmu, kita doakan agar ia mendapat tempat terbaik disisi-Nya,"ucap salah seorang pihak keluarga ketika berusaha menenangkan Ari yang tampak begitu terpukul akan kejadian yang menimpa ayahnya.

Hingga proses pemakaman selesai, anak dan istri korban tidak ada yang bersedia memberikan komentar.

Mulyono (65) kakak ipar korban sekaligus perwakilan pihak keluarga menuturkan, keluarga korban masih begitu terpukul dengan kejadian ini.

"Kami sangat berharap agar kasus ini diusut sampai tuntas, tindak tegas pelakunya dan beri hukuman setimpal yaitu mati. Kasihan, Driver Taksi Online bekerja cari uang untuk menafkahi keluarga."

"Tapi kenapa masih ada saja yang tega berbuat jahat pada mereka, kami berharap kejadian yang menimpa keluarga kami ini adalah yang terakhir, jangan sampai terulang lagi seperti ini," ucapnya. (TS/Shintadwi Anggraini).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved