Update Bus Sriwijaya Masuk Jurang

Keluarga Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Pagaralam Akan Ajukan Somasi ke Pihak Bus Sriwijaya

Keluarga Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Pagaralam Akan Ajukan Somasi ke Pihak Bus Sriwijaya

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
FOTO-foto Penampakan Bus Sriwijaya di Jurang Pagaralam Kedalaman 80 Meter, 27 Korban Meninggal Dunia 

Keluarga Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Pagaralam Akan Ajukan Somasi ke Pihak Bus Sriwijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Alm A Ulul Azmi binti Paeran Pranata, (15 tahun) yang menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, tepatnya di tikungan Lematang Indah, Pagaralam, hari ini Rabu(25/12) di makamkan di TPU Prajen Dusun 1 Kelurahan Mariyana Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Saat wartawan Sripoku.com/Tribunsumsel, mendatangi keluarga korban Bus masuk jurang ke kediamannya di Desa Prajen Kecamatan Mariyana, sang ibu, Parida Ariani merasakan kejanggalan atas meninggal anaknya.

Menurutnya, anaknya meninggal lantaran ketimpa motor yang dibawa oleh bus Sriwijaya didalam bus tersebut.

Hal itu ia dapatkan dari seorang temen anaknya yang selamat dari kecelakaan tersebut.

"Yo dek aku masih janggal soalnya kata Aldi kawan anakku itu ada motor didalam bus itu, jadi anak aku pas mobil jatuh motor itu turun jepit anak aku," tuturnya sedih.

Selain itu, ia makin merasakan kejanggalan itu lantaran saat melihat lengan anaknya yang patah dan lebam.

"Aku juga liat dek di lengan mbak Ulum itu patah trus lebam kaya ketimpa sesuatu," ungkapnya.

Sang ayah Paeran Pranata juga menyatakan kemungkinan motor tersebut ada lantaran sungai tempat bus jatuh tidak lah dalam dan tidak deras sehingga kemungkinan besar untuk selamat.

"Iya karena kami lihat busnya itu emang sudah tidak layak pakai terus juga arus sungai itu tidak dalam ataupun deras mereka bisa keluar kalau ga ketimpa barang yang berat," ungkapnya.

Ia juga mengaku kecewa lantaran belum adanya pihak bus Sriwijaya yang mengunjungi desa ini .

"Saya juga kecewa karena belum ada pihak bus yang mendatangi desa kami padahal korban dari desa ini 5 orang tapi yaudahlah saya ikhlas," ungkapnya dengan nada lemas.

Namun sang adik dari Paeran Pranata menyatakan akan mengajukan somasi ke PT bus Sriwijaya setelah 3 hari yasinan nanti.

"Nanti setelah 3 hari yasinan adik saya perwakilan dari desa ini akan mengajukan somasi ke pihak bus Sriwijaya," tutupnya.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved