Update Bus Sriwijaya Masuk Jurang

Herman Deru Beri Perhatian Khusus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, 2020 akan Ada Uji Petik

Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang terjun bebas ke jurang sedalam hampir 80 meter di Pagaralam pada Selasa (24/12/2019) dinihari.

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
FOTO-foto Penampakan Bus Sriwijaya di Jurang Pagaralam Kedalaman 80 Meter, 27 Korban Meninggal Dunia. Herman Deru Beri Perhatian Khusus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, 2020 akan Ada Uji Petik 

Herman Deru Beri Perhatian Khusus Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, 2020 akan Dilakukan Uji Petik

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap peristiwa kecelakaan bus Sriwijaya masuk jurang di Pagaralam.

Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang terjun bebas ke jurang sedalam hampir 80 meter di Pagaralam pada Selasa (24/12/2019) dinihari.

Herman Deru turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya.

Menurut Gubernur Sumsel, Herman Deru, Sumsel secara topografi mempunyai kontur yang beraneka ragam.

Sebelum Terjun ke Jurang, Bus Sriwijaya Diderek dan Penumpang Terlantar 2 Jam, KNKT Temukan Fakta!

Tersebar di berbagai kabupaten/kota, menjadi anugerah tersendiri seperti keindahan panorama dan lainnya.

Namun rasa kehati-hatian juga patut menjadi prioritas apabila melintasi kawasan-kawasan dengan belokan, tanjakan ataupun turunan.

Terlebih imbauan untuk waspada setiap pengemudinya dari zaman dulu diingatkan karena bentuk jalan itu sudah gak bisa diubah-ubah lagi.

"Di sana ada tebing yang tinggi ada kelok Lematang.

Oleh karenanya kepada para pengemudi untuk berani berhenti ketika ngantuk dan berhenti jika merasa kendaraannya tidak laik jalan.

Tapi saya gak bisa komen banyak, karena plat nomernya bukan BG.

Jadi bukan ranah saya untuk mengomentari kendaraan dari daerah lain sebenarnya," ujar Herman Deru.

Namun sebagai gubernur, Herman Deru juga mengimbau untuk Dishub Provinsi kabupaten/kota untuk sigap dan tak segan-segan memberhentikan kendaraan yang tidak laik mulai ban, rem, semua drive system.

"Di terminal maupun di jalan raya, di 2020 nanti akan dilakukan uji petik oleh petugas di waktu dan tempat yang tidak ditentukan," tegasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved