Baznas Sumsel Programkan Bedah Rumah Warga Miskin , Tapi Ada Syaratnya

Untuk kualifikasi rumah warga miskin yang akan dibedah harus melewati beberapa tahap penilaian seperti miskin, rumah sudah tidak layak dan tanah atas

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/Odi/HO
Kepala Baznas Sumsel, Najib Haitami 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak hanya fokus dalam program Sumsel Cerdas dan Sumsel Sehat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumsel juga akan mulai memprogramkan kegiatan sosial bedah terhadap warga miskin di Bumi Sriwijaya.

Kepala Baznas Sumsel, Najib Haitami mengatakan untuk program bedah rumah pihaknya saat ini sedang melakukan survei terhadap rumah warga miskin Palembang yang memang benar-benar layak menerima program tersebut.

"Kemarin kita sudah survei dua rumah untuk dibedah, tetapi pas kita lihat tanah bukan atas nama si pemilik rumah jadi kita batalkan," katanya, Senin (16/12).

Untuk kualifikasi rumah warga miskin yang akan dibedah harus melewati beberapa tahap penilaian seperti miskin, rumah sudah tidak layak dan tanah atas nama pribadi.

Dalam memilih rumah yang akan dibedah, nantinya akan ada tim dari Baznas Sumsel yang keliling ke kampung-kampung untuk rumah yang akan dibedah.

Sejarah Benteng Kuto Besak Palembang yang Kini Jadi Destinasi Wisata Andalan di Palembang

Enam Rumah Bongkar Pasang di teluk Gelam OKI Hangus Terbakar, Api dari Semak-semak

Najib mengungkapkan, pihaknya enggan salah sasaran memberikan bantuan. Baznas Sumsel menginginkan bantuan bedah rumah ini dapat bermanfaat dan dapat dinikmati sepanjang hidup oleh si pemilik rumah serta menjadi amal jariyah.

"Sudah ada rumah di Kalidoni sedang kita rapatkan untuk dibedah. Kita tidak mau salah sasaran, surat-surat tanah harus benar milik yang bersangkutan," jelas Najib.

Ia mengaku, untuk saat ini pihaknya belum berani menargetkan berapa banyak jumlah rumah yang akan dibedah perbulannya oleh Baznas Sumsel. Sebab, pihaknya masih melihat berapa jumlah infak yang mereka terima untuk disalurkan dalam bentuk bedah rumah.

"Kita coba dulu, kalau tahun 2020 infak memungkinkan dana infak kita banyak. Maka akan banyak lagi rumah yang bakal kita bedah," ungkap Najib. (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved