Teror Harimau di Pagaralam

Masih Ada Teror Harimau, Pemkot Pagaralam Ajak Masyarakat Gelar Istighosah

Pemerintah Kota Pagaralam bersama lapisan masyarakat hari ini, Jumat (13/12/2019) melaksanakan sholat Istighosah.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
sripoku.com/wawan
Ratusan masyarakat Kota Pagaralam mengikuti sholat Istighosah pasca teror Harimau di Pagaralam beberapa waktu belakangan ini. Sholat istighosa digelar di Masjid Taqwa, Jumat (13/12/2019). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pasca adanya serangan Harimau di beberapa wilayah di Kota Pagaralam akhir-akhir ini, Pemerintah Kota Pagaralam bersama lapisan masyarakat hari ini, Jumat (13/12/2019) melaksanakan sholat Istighosah serta doa bersama di Masjid Taqwa Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara.

Pantauan sripoku.com, Jumat (13/12/2019), Istighosah dan doa bersama diikuti oleh seluruh Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), Alim Ulama-tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ustaz dam ustazah se Kota Pagaralam.

Dalam arahanya Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari renungan serta memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari segala marahbahaya.

Mustadi Warga Semende Barat Muaraenim Tewas Diterkam Harimau di Lahat, 2 Rekannya Sempat Menolong

"Kejadian atau musibah yang terjadi akhir-akhir ini seperti serangan Harimau sudah sangat menguras energi, seiring dengan begitu cepatnya informasi yang beredar.

Apalagi jika informasi tersebut belum tentu benar keberadaanya, sehinga menimbulkan keresahan bagi masyarakat," kata Walikota.

Terkait teror harimau ini dirinya hanya bisa memahami secara teknis saja. Namun secara non teknis mungkin ini bisa difahmi oleh para alim ulama ataupun tokoh agama.

"Secara teknisnya pemkot sudah berkonsultasi denga BKSDA dan Kehutanan yang lebih tau apa penyebab dari munculnya harimau akhir-akhir ini," ujarnya.

BREAKING NEWS: Seorang Warga di Semendo Barat Muaraenim Tewas Diterkam Harimau, Dadanya Robek

Dikatakanya, karena pertama kali isu Harimau ini muncul ke masyarakat kejadianya tepat berada di kawasan hutan lindung dan bisa jadi juga pengaruh adanya aktivitas lain dikawasan hutan lindung sehingga membuat habitatnya terganggu.

"Namun apapun itu saya mengajak untuk menjadikan musibah ini sebagai bahan intropeksi diri dan berdoa agar musibah ini tidak terulang lagi di Kota Pagaralam," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved