Breaking News

Tewas Diterkam Harimau

BKSDA Sumsel :Tolong Jangan Tembak Harimau

"Kita jangan melakukan perburuan atau sampai menembak, jika masyarakat melihat harimau di luar kawasan, laporkan ke kami, kita bisa mengawasi"

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/ma fajri
Anggota Kepolisian, TNI dan BKSDA beserta warga usai melakukan evakuasi enam orang petani di desa Bukit Meringang, Pagaralam, Sumatera Selatan, Sabtu (7/12/2019). Enam orang petani ini melihat harimau Sumatra saat sedang berkebun dan takut untuk keluar kebun sehingga meminta bantuan untuk keluar kebun. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Peristiwa serangan harimau Sumatera yang menimpa sejumlah petani di Muara Enim, Lahat, dan Kota Pagaralam membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat agar tak lagi menelan korban jiwa. Kepala Kantor BKSDA Provinsi Sumsel, Henman P Hasibuan mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan untuk menyiapkan papan informasi, rambu-rambu, atau banner di titik yang menjadi lokasi habitat harimau.

Dijelaskannya, persoalan konflik satwa liar yang terjadi beberapa waktu ini mengindikasikan ketidakseimbangan rantai makanan serta area tempat habitat harimau yang harusnya berada di kawasan hutan lindung mulai terusik.

Per 2015 Ada 15 Ekor Harimau, Berikut Ini Daerah Persebaran Harimau di Sumsel

"Rumah harimau itu di kawasan hutan lindung, jika satwa itu sampai berkeliaran di sekitar masyarakat artinya rumahnya sudah diusik yang masuk masyarakatnya.

Tentunya dia merasa terusik adanya masyarakat yang masuk ke habitatnya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (13/12/2019).

Diungkapkan Henman, temuan BKSDA di lapangan didapati masih ada perburuan kambing dan rusa yang merupakan pakan harimau sendiri serta adanya kegiatan illegal logging yang menghilangkan tempat tinggal harimau.

"Sebagaimana dari temuan itu diusulkan ke gubernur. Kepada Gubernur kami juga mengharapkan untuk mengeluarkan maklumat untuk semua pihak, agar yang beraktivitas di kawasan hutan lindung jangan mengganggu harimau," ungkapnya.

Ada Seorang Warga Tewas Diterkam Harimau, Ini Komentar Wabup Lahat Haryanto

Sebelum kasus kemarin yang menimpa warga, BKSDA melakukan investigasi, disana ada dua kantong harimau, pertama ada 3 individu, satu kantong individu.

"Untuk peristiwa terbaru dari jarak yang kita petakan, keliatannya itu individu harimau berbeda. Yang sudah kita pastikan 4 individu," ujarnya.

BKSDA mengimbau menyampaikan bahwa harimau adalah satwa liar yang dilindungi dan terancam punah, kita harus sadar bahwasannya manusia penting, harimau juga penting.

"Jadi janganlah serta merta menyalahkan harimau, bagaimana pun manusia khalifah di mula bumi punya akal dan pikiran.

Kita jangan melakukan perburuan atau sampai menembak, jika masyarakat melihat harimau di luar kawasan, laporkan ke kami, kita bisa mengawasi dan menggiring," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved