Tewas Diterkam Harimau

Per 2015 Ada 15 Ekor Harimau, Berikut Ini Daerah Persebaran Harimau di Sumsel

BKSDA Sumsel mencatat ada beberapa daerah di Sumsel yang ditengarai masih terdapat harimau.

Editor: Refly Permana
handout
Petugas mengukur jejak kaki harimau yang ditemukan di Desa Singapure Lahat. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lima kejadian serangan harimau terhadap warga yang ada di Pagaralam dan Lahat, menurut pihak BKSDA Sumsel merupakan berada di wilayah hutan lindung.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan menuturkan, lima korban serangan harimau sumatera yang terjadi di Pagaralam dan Lahat hingga ada tiga orang meninggal dan dua orang luka semuanya berada di hutan lindung.

Illegal Logging Hingga Mata Setue Kesemprot Cairan Rumput Sebab Harimau Serang Manusia, Versi BKSDA

"Harimau memiliki sifat pasif, bukan aktif menyerang manusia.

Namun, kalau Harimau tiba-tiba menyerang, karena Harimau tertekan. Ini lantaran rumah mereka atau habitatnya yakni di hutan lindung terganggu oleh manusia," katanya ketika ditemui di kantor BKSDA Sumsel, Jumat (13/12/2019).

Lanjut Genman, banyak faktor yang menyebabkan harimau bisa keluar dari sarangnya dan wilayah kekuasannya.

Faktor yang paling banyak saat ini mengganggu habitat harimau antara lain pembukaan lahan untuk perkebunan hingga illegal logging.

Namun, untuk saat ini dari BKSDA Sumsel melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) untuk mencari solusi.

Video: Polres Lahat Temukan Beberapa Jejak Kaki Harimau di Singapure

"Langkah awal, ada dua hal yang sepakati dalam waktu dekat ini.

Dari Dinas Kehutanan akan mengusulkan kepada Gubernur untuk membuat maklumat terhadap semua pihak agar tidak melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung yang menjadi habitat satwa liar seperti Harimau ini agar jangan sampai menekan dan mengganggu satwa di hutan lindung tersebut," ungkapnya.

Karena, menurut Genman bila harimau tetap dihabitatnya tentunya akan dibiarkan di habitatnya. Tetapi, bila keluar dari habitatnya maka akan digiring kembali ke habitatnya.

Video: Polres Lahat Temukan Beberapa Jejak Kaki Harimau di Singapure

Kejadian penyerangan harimau terhadap manusia berada di hutan lindung Sumendo dan hutan lindung Dempo memang masih masuk jalur kawasan hutan lindung. Terlebih, pemukiman penduduk ada di hutan lindung, sehingga adanya pemukiman membuat habitat harimau terganggu. Ujungnya harimau menyerang manusia saat ditemuinya.

"Rencana yang kedua, dalam jangka waktu dekat akan ada rapat koordinasi mencari solusi konflik ini. Kalau ada kegiatan ilegal logging, maka akan dilakukan penegakan hukum.

Kami himbau masyarakat, bila ingin beraktivitas di hutang lindung harus menyesuaikan. Kalau harimau malam hari keluar, jangan keluar malam hari dan jangan lakukan aktivitas di saat harimau beraktifitas di habitatnya," ungkapnya.

Dari data BKSDA, untuk di Sumsel sebaran harimau ada di wilayah Muba, Banyuasin, Muratara, Lahat, Pagaralam, Muara Enim, OKU dan OKUS. Ada sekitar 15 ekor harimau yang terdata di tahun 2015. Itu belum diperbaharui hingga saat ini karena dimungkinkan harimau bisa berkembang biak.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved