Kikil Mengandung Formalin

BREAKING NEWS: Beredar Kikil Mengandung Formalin di Lubuklinggau, Pelakunya Perempuan

Eva Yusnita diduga sudah menjual kikil mengandung formalin di Pasar Satelit Lubuklinggau dan kini sudah berhasil ditangkap.

tribunsumsel/eko
Pelaku Eva Yusnita (43 tahun) warga Jl Kemuning, RT 06 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Rumah milik Eva Yusnita (43 tahun) warga Jl Kemuning, RT 06 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II digerebek tim gabungan karena memproduksi kiki berformalin. Penggerbekan dilakukan oleh Satreskrim Polres Lubuklinggau bekerjasama dengan Badan POM Kota Lubuklinggau, Rabu 13 November lalu.

Dari rumahnya diamankan barang bukti 50 Kg kikil berformalin dengan rincian empat kantong plastik warna hitam dengan berat 10 Kg, satu kantong plastik warna hitam kikil dengan berat 4 Kg, satu kantong plastik warna bening dengan berat 6 Kg.

Sidak Pasar Inpres Pendopo PALI, Kosmetik Tanpa Izin , Tahu Formalin dan Ayam Tiren Masih Ditemukan

Kemudian satu buah timbangan warna hijau merek Thanglong. Satu botol aqua 1500 ml cairan formalin dan satu buah toples merah yang berisi kantong plastik bening berisi butiran kristal putih diduga boraks.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Alex Andriyan mengatakan pengerbekan bermula dari laporan masyarakat jika ada pelaku menjual kikil berformalin di wilayah Lubuklinggau Utara.

"Kemudian Satreskrim Polres Lubuklinggau bersama Badan POM mendatangi rumah pelaku di jalan kemuning, RT 06 Kelurahan Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II," ungkap Dwi saat menggelar rilis pada wartawan, Senin (9/12).

Produsen Tahu Berformalin Divonis Satu Bulan Penjara, BPOM Palembang Kecewa

Saat digerbek ditemukan barang bukti sejumlah kikil yang tersimpan di dalam gudang. Lalu anggota bersama Badan POM langsung melakukan uji formalin dengan disaksikan oleh ketua RT 06 dan anak kandung pelaku Tommy Saputra.

"Hasilnya ternyata positif, dengan diperkuat dengan cairan formalin didalam botol, kemudian barang bukti bersama dengan pelaku langsung diamankan ke Polres Lubuklinggau untuk penyidikan," katanya.

Berdasarkan pengakuan Eva Yusnita kepada petugas kikil berformalin tersebut dijual di emperan di Pasar Satelit dan seputaran pasar wilayah Kota Lubuklinggau.

Agar Tak Tertipu, Begini Cara Membedakan Ayam Segar, Ayam Suntik, Ayam Tiren dan Ayam Formalin

"Pengakuannya baru beberapa bulan terakhir, namun itu hanya pengakuan pelaku, siapa yang mau mengaku kalau sudah tertangkap," paparnya

Dwi pun mengimbau, kepada masyarakat apabila ada yang masih menjual kikil dicampur formalin untuk menghentikan aktivitasnya sebelum ditindak tegas Polisi.

"Karena kikil ini berbahaya bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan penyakit kanker bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved