Berita Palembang

Dua Benda Ini yang Membuat Deddy Zatta Jadi Terpidana Korupsi di PT Pusri Hingga Buron 3 Tahun

Deddy Zatta (59) terpidana korupsi dalam proyek PT Pusri atau Pupuk Sriwidjaja yang telah buron selama tiga tahun akhirnya

Dua Benda Ini yang Membuat Deddy Zatta Jadi Terpidana Korupsi di PT Pusri Hingga Buron 3 Tahun
TRIBUN SUMSEL.COM/SHINTADWI ANGGRAINI
Deddy Zatta (59) terpidana korupsi PT Pusri saat dibawa di Kejati Sumsel, Jumat (6/12/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Deddy Zatta (59) terpidana korupsi dalam proyek PT Pusri atau  Pupuk Sriwidjaja yang telah buron selama tiga tahun akhirnya harus merasakan dinginnya hidup di balik jeruji besi.

Direktur CV. Kuala Simpang itu selama buron terhitung sejak tahun 2016, menetap di Kabupaten Asahan Sumatera Utara dan dikabarkan sudah menikah lagi disana.

"Proses penangkapan ini cukup panjang. Kami mendapat informasi dari masyarakat. Setelah itu melakukan pendekatan kepada keluarganya dengan bantuan kejaksaan dan polres Asahan.

Terpidana korupsi ini akhirnya bersedia bertemu dengan kami di KFC dan kemudian bersedia dibawa," ujar Kasi Informasi, Teknologi, Produksi Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumsel Wawan Setiawan, Jumat (6/12/2019).

Status terpidana korupsi ini didapat Deddy Zatta karena terlibat perkara korupsi pengadaan barang dalam proyek PT Pusri pada tahun 2008 yang merugikan negara sebesar Rp.200 juta.

Tak sendiri, kasus ini juga turut melibatkan Ir. Faizal Muaz selaku Manager Pengadaan PT. Pupuk Sriwidjaya dan Ir. Hadianto Eko Putro selaku Asmen Pembelian, sebagai terdakwa.

Asisten Intelejen Kejati Sumsel, Deddy Suwardy Surachman menjelaskan, kecurangan yang dilakukan para terdakwa yaitu Mark Up terkait pengadaan dua spare part dalam proyek PT. Pusri.

Yaitu Spare Part. Ea Solenoid Valve Part No. 4WE6H3X/EW220.50N Voltage : 220-VAC.

Serta Freq : 50 Hz, 46 VA MFR : Rexroth Hydronorma Germany oleh CV. Kuala Simpang yang merupakan milik terdakwa Deddy Zatta.

"Mark Up dalam kasus ini yaitu pembelian barang dua sparepart dari Jerman dengan harga sebenarnya senilai Rp.5 juta, namun diubah menjadi Rp.104 juta,"ujarnya.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved