Per November 2019, Polres Muba Sita Narkoba Senilai Total Rp 140 Juta, Total 24 Tersangka

dalam kurun waktu satu bulan pada November 2019, diamankan 24 tersangka dengan barang bukti 139,61 gram sabu-sabu senilai Rp 140 juta.

sripoku.com/fajeriramadhoni
Para tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan Polres Muba selama November 2019. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilakukan dengan tegas oleh Jajaran Satres Narkoba Polres Muba. Terbukti dalam kurun waktu satu bulan pada November 2019, diamankan 24 tersangka dengan barang bukti 139,61 gram sabu-sabu senilai Rp 140 juta.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, didampingi Wakapolres Kompol Ade Ardiansyah SIK dan Kasat Narkoba IPTU Dedi Herianto, mengungkapkan dalam kurun waktu satu bulan Satres Narkoba Polres Muba berhasil mengamankan pengedar dan bandar narkoba sebanyak 24 orang. Dari 24 tersangka tersebut berasal dari 22 kasus yang berhasil terungkap.

Roy Kiyoshi Sebut Inisial 3 Nama-nama Artis, Diramal 2020 Ditangkap Polisi Terjerat Kasus Narkoba!

"Ya, dari 24 tersangka yang diamankan kita berhasil mengamankan 139,61 gram sabu-sabu senilai Rp 140 juta dan 32,5 butir pil ekstasy dengan total Rp, 9,6 juta," ujar Yudhi disela Konferensi Pers Ungkap Kasus peredaran narkoba selama satu bulan di Halaman Mapolres Muba, Kamis (5/12/19).

Lanjutnya, tersangka yang berhasil diamankan merupakan periode selama bulan Novermber 2019.

Dari 24 tersangka mempunyai peran berbeda-beda, sebanyak 3 orang bandar narkoba, 15 orang sebagai pengedar narkoba, 5 orang sebagai pemakai, dan 1 orang sebagai kepemilikan senjata api rakitan (Senpira) illegal.

"Para tersangkan kita jerat dengan pasal yang berbeda, untuk bandar kita jerat pasal 114 ayat 2 subsider pasar 112 ayat 1. Untuk pengedar pasal 114 ayat 1 subsider pasar 112 ayat 1, lalu untuk pemakai pasal 114 ayat 1 subsider pasar 112 ayat 1 huruf a.

Lalu kepemilikan senpira dikenakan pasal 1 UU Darurat no 12 tahun 1951, para tersangka dipenjara dengan hukuman 4 sampai 20 tahun penjara,"tegasnya.

Seorang Pengedar Narkoba Jaringan Palembang-Jakarta Ditembak Mati di Jakarta Timur

Disinggung peredaran narkoba yang cukup tinggi pada wilayah mana saja, pihaknya menegaskan ada beberapa kecamatan yang cukup tinggi intensitas peredaran narkoba cukup tinggi. 

"Ada 3 kecamatan yang kita pantau peredaran narkobanya cukup tinggi, adapun 3 kecamatan peredaran narkobanya cukup tinggi yakni Kecamatan Batang Hari Leko (BHL), Babat Toman, dan Sungai Lilin.

Sedangkan kecamatan lainnya tidak bisa dikatakan bebas narkoba,"ungkapnya.

Terkait peredaran narkoba yang cukup tinggi pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika mengetahui laporkan.

Sebanyak 23 Anggota Sat Narkoba Polres Muaraenim Termasuk Kasatnya Dites Urine Secara Mendadak

"Jangan takut terhadap peredaran narkoba, juka mengetahui laporkan kepada kita makan akan dilakukan tindakan tegas terhadap pengedar dan pengguna," tegasnya.

Selain itu pihaknya juga terus meminimalisir anggota yang melakukan penyalahgunaan narkoba.

"Ada satu anggota yang positif dan telah kita amankan dari pada diamankan oleh kesatuan lainnya. Saya juga telah memerintahkan para kasat jika ada anggota yang malas-malasan untuk menyelidikinya siapa tahu ia menggunakan narkoba," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved