Berita Palembang

6 Warga Sumsel Tewas Diserang Hewan Liar, Selain Harimau, Buaya dan Beruang, Ada Serangan Babi Hutan

Enam Warga Sumsel Tewas Diserang Hewan Liar, Selain HArimau, Buaya, dan Beruang, Ada Serangan Babi Hutan

6 Warga Sumsel Tewas Diserang Hewan Liar, Selain Harimau, Buaya dan Beruang, Ada Serangan Babi Hutan
Foto: ist Grafis: sripoku.com/anton
6 Warga Sumsel Tewas Diserang Hewan Liar, Selain Harimau, Buaya dan Beruang, Ada Serangan Babi Hutan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

6 Warga Sumsel Tewas Diserang Hewan Liar, Selain Harimau, Buaya dan Beruang, Ada Serangan Babi Hutan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mencatat terdapat 24 kasus konflik manusia dengan satwa liar sepanjang tahun 2019.

Dari peristiwa, itu 6 orang warga di wilayah sumsel tewas dan 2 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Sufehti Hasibuan, mengatakan ke 24 konflik itu terdiri dari 9 serangan Harimau Sumatera, 4 serangan Gajah Sumatera, 3 Buaya Muara, 6 konflik dengan Beruang Madu, dan 2 dengan babi hutan.

Konflik harimau versus manusia menjadi yang terbanyak. Penyerangan harimau terjadi di beberapa daerah seperti Pagar Alam, Lahat, Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas Utara, dan Empat Lawang.

"Dari 9 kasus serangan harimau mengakibatkan 2 korban tewas dan 2 korban luka," ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Ia menjelaskan, lokasi lain yang terjadi serangan satwa liar yakni di kawasan area penggunaan lain (APL) yang bukan merupakan hutan lindung maupun kawasan konservasi.

Satu Titik Luka Mematikan Bekas Serangan Harimau di tubuh Kuswanto
Satu Titik Luka Mematikan Bekas Serangan Harimau di tubuh Kuswanto (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Begini Kisah Cinta Ustaz Abdul Somad, Sebelum Menikah, Mellya Juniarti Siap Dijadikan yang Kedua!

Update 8 Kasus Teror Harimau Sumatera:3 Warga Diserang 1 Tewas, Walikota Pagaralam Bentuk Tim Khusus

Duel Kakak Adik Desa Tebat Benawa vs harimau Sumatera di Pagaralam:Selamat Karena 2 Tips Berikut Ini

BREAKING NEWS: Walikota Pagaralam Ungkap Harimau Sumatera di Gunung Dempo Marah dan Teror Warga

7 Kasus Teror Harimau di Pagaralam:Terkam Warga dan Wisatawan, Curi Ternak Berkeliaran di Jalan Desa
7 Kasus Teror Harimau di Pagaralam:Terkam Warga dan Wisatawan, Curi Ternak Berkeliaran di Jalan Desa (SRIPOKU.COM/WAWAN/EHDI)

Menurutnya, peristiwa serangan hewan liar yang meningkat khususnya harimau sejak pertengahan November lalu mengindikasikan adanya gangguan di habitat satwa

"Kita masih mengkaji lokasi penyerangan, kenapa harimau semakin agresif dan bahkan sering ke luar dari habitatnya hingga menyebabkan penyerangan," ungkapnya.

Diakuinya, masalah kekeringan yang diakibatkan kemarau panjang dan masalah perburuan terhadap mangsa harimau seperti kijang dan rusa dapat diindikasi menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem di dalam habitat asli sehingga membuat satwa itu sering kali menyerang manusia.

"Banyak manusia memburu mangsa harimau, jika mangsanya semakin sedikit bisa jadi menyebabkan harimau mencari makan jauh ke luar dari habitatnya," beber Genman.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved