25 Perusahaan Bertanggung Jawab Atas Karhutla 2019, Satu dari Sumsel

Satu perusahaan dari Sumsel ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kebakaran hutan dan lahan yang menjadi penyebab terjadinya kabut asap.

SRIPOKU.COM/REIGAN P
Personil BPBD bersama Satgas Anti Karhutla lainnya berjibaku memadamkan api di wilayah Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM - Polisi menetapkan 25 perusahaan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2019. Satu di antaranya merupakan perusahaan yang ada di Sumsel.

Ketimbang provinsi lain yang dianggap bencana kabut asapnya dikategorikan parah, Sumsel menyumbang paling sedikit. Sementara Kalimantan Barat menjadi yang terbanyak.

Ada Syarat Baru untuk Seluruh Perusahaan Perkebunan di OKI Demi Tanggulangi Kabut Asap

"Total tersangka sebanyak 416, 25 di antaranya berasal dari korporasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Dari jumlah itu, Bareskrim Polri menetapkan tiga perusahaan, yakni PT AP, PT GSM, dan PT WSSI sebagai tersangka.

Polda Riau menetapkan PT SSS dan PT TI sebagai tersangka. PT DSSP dan PT MAS ditersangkakan Polda Jambi.

Rachel Obeto Mahasiswa AS Tampil di Pentas Teater UBD, Sempat Dievakuasi Karena Kabut Asap

Lalu, PT HBL ditetapkan sebagai pihak yang diduga harus bertanggung jawab oleh Polda Sumatera Selatan.

Selanjutnya, Polda Kalimantan Selatan menetapkan empat perusahaan sebagai tersangka, yaitu PT MIB, PT BIT, PT TAL, dan PT ABS.

Lalu, enam perusahaan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalimantan Barat. Keenamnya terdiri dari PT SAP, PT SISU, PT PSL, PT FSL, PT MPL, dan PT RKA.

Untuk daerah Lampung, Polda setempat menetapkan empat tersangka, yaitu PT SIL, PT ILP, PTPN VII, dan PT PML.

Seputar Masalah Kabut Asap di Sekitar Palembang

Terakhir, Polda Kalimantan Tengah menetapkan PT PGK, PT GBSM, dan PT KSS sebagai tersangka.

Asep menuturkan, sebanyak 182 orang dari total tersangka tersebut sudah diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk disidangkan.

Ada pula enam berkas yang dinyatakan P19 atau tahap pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi.
Namun, ia mengaku tidak memiliki data rinci perihal enam berkas yang dikembalikan tersebut untuk tersangka individu atau perusahaan.

"Enam perkara masih dalam proses melengkapi petunjuk jaksa (P19). Sebanyak 165 kasus lainnya masih dalam penyidikan untuk melengkapi berkas perkara," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Per Desember 2019, Total 25 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla"

Editor: Refly Permana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved