Berita Palembang

Cekcok Mulut dengan Pacar Sendiri, Kepala Habibi Robek Dihantam Balok Kayu

Cekcok mulut dengan sang pacar, M Habibi Pratama (21) alami luka robek di bagian belakang kepala akibat dipukul Rio Rosidi menggunakan kayu.

Cekcok Mulut dengan Pacar Sendiri, Kepala Habibi Robek Dihantam Balok Kayu
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Habibi, saat melapor ke Polrestabes Palembang, mengaku sudah dianiaya, Kamis (28/11). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Diduga cekcok mulut dengan sang pacar, M Habibi Pratama (21) harus mengalami luka robek di bagian belakang kepala akibat dipukul Rio Rosidi (24) warga Tangga Takat Plaju Palembang menggunakan kayu.

Menurut Habibi, kejadian ini berawal ketika dia hendak menukarkan uang kepada saksi yang bekerja di tempat yang sama di Tower Biliar, Komplek Palembang Square (PS), Kamis (28/11) sekitar pukul 00.15.

"Pas saya menukarkan uang pacar saya sempat terjadi salah paham sehingga terjadi cekcok mulut, kemudian datang terlapor yang juga ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini menghampiri kami lantaran dia tidak senang melihat saya dan pacar saya ribut," katanya.

Namun pelapor meminta terlapor untuk tidak ikut campur masalah yang terjadi antara pelapor dengan saksi.

Tapi terlapor tidak senang dengan jawaban yang diberikan oleh pelapor sehingga terjadilah pemukulan terhadap pelapor dengan balok kayu.

Dinilai Menyiksa, Pentas Lumba-Lumba di Palembang Trade Center Diprotes, Ini Jawaban Pengelola

Hendak Pesta Sabu-Sabu Dua Warga di Muaraenim Ini Digerebek Polisi Disaksikan Kepala Dusun

Pemkab OKI akan Berlakukan PBB untuk Tol Pematang Panggang-Kayuagung

"Usai kejadian terlapor ini langsung kabur pak, tapi saya tidak senang dengan perbuatan terlapor sehingga saya melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang," ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penganiayaan yang korbannya mengalami luka robek di bagian belakang kepala.

"Laporan sudah diterima oleh anggota piket kita selanjutnya laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang, untuk pelakunya sendiri bila terbukti bersalah akan dikenakan hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan," tutupnya. (diw). ‎

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved